SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Ketika malam mulai menelan hiruk-pikuk Kota Sragen, suasana di kawasan Perempatan Makam Sarekat Islam (SI) perlahan berubah mencekam.
Lampu jalan yang temaram, suara kendaraan yang mulai jarang terdengar, hingga hembusan angin malam menciptakan atmosfer yang membuat siapa pun refleks mempercepat laju kendaraan.
Bagi sebagian warga Bumi Sukowati, melintasi jalur ini selepas tengah malam bukan sekadar perjalanan biasa.
Ada sensasi tak kasat mata yang sulit dijelaskan logika. Seolah ada “sesuatu” yang mengawasi setiap pengendara yang melintas.
Perempatan Makam SI memang dikenal memiliki aura berbeda. Di satu sisi berdiri tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), tempat para narapidana menjalani hukuman dan membawa kisah kelam kehidupan.
Tak jauh dari sana, berdiri rumah sakit yang menjadi saksi pertarungan hidup dan mati manusia setiap harinya.
Di tengah dua tempat penuh cerita duka itu, terbentang kawasan makam tua yang menyimpan sejarah panjang Sragen.
Baca Juga: Petani KJA Boyolali Merugi, Fenomena Upwelling Picu Kematian Massal Ikan di Waduk Cengklik
“Kalau malam auranya beda sekali. Bikin merinding dan rasanya pengin cepat-cepat pergi dari situ,” ujar Wahyu, warga Sragen Kota yang kerap melintasi kawasan tersebut.
Menurut cerita warga, kawasan itu dulunya merupakan kompleks pemakaman besar yang menjadi tempat peristirahatan terakhir warga pribumi, Belanda, hingga keturunan Tionghoa.
Namun seiring perkembangan kota, makam Belanda dan Tionghoa dibongkar dan dipindahkan. Kini hanya makam pribumi yang masih tersisa dan digunakan.
Jejak sejarah itulah yang dipercaya sebagian warga meninggalkan energi misterius hingga sekarang.
Baca Juga: Petani KJA Boyolali Merugi, Fenomena Upwelling Picu Kematian Massal Ikan di Waduk Cengklik
Cerita ganjil paling sering terdengar datang dari para pengendara motor. Banyak yang mengaku kendaraan mereka tiba-tiba mogok tepat di dekat area makam tanpa penyebab jelas.
Hal itu juga dialami Alin, warga Sragen lainnya. Ia mengaku pernah beberapa kali mengalami mesin motor mendadak mati saat melintas di jalur tersebut.
“Padahal motor normal, bensin penuh, tidak ada kerusakan. Tapi pas dekat makam tiba-tiba mati total. Setelah saya tuntun menjauh, langsung hidup lagi sekali starter,” ungkapnya.
Fenomena motor mogok misterius itu sudah lama menjadi cerita turun-temurun di kalangan warga sekitar. Bahkan sebagian pengendara memilih mengurangi kecepatan sambil berdoa saat melintasi kawasan tersebut pada malam hari.
Namun aura angker Perempatan Makam SI bukan hanya lahir dari kisah mistis semata. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Sragen.
Sejumlah kecelakaan fatal pernah terjadi di lokasi tersebut dan memakan korban jiwa. Belum lama ini, seorang pencari rosok asal Mondokan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tragis tak jauh dari perempatan itu.
Baca Juga: Petani KJA Boyolali Merugi, Fenomena Upwelling Picu Kematian Massal Ikan di Waduk Cengklik
Belum hilang dari ingatan warga, kawasan dekat makam tersebut juga pernah digegerkan dengan penemuan jenazah di saluran air yang diduga korban tindak kejahatan. Peristiwa demi peristiwa itu seolah mempertebal citra menyeramkan Perempatan Makam SI.
Kini, antara cerita makhluk tak kasat mata, sejarah pemakaman tiga budaya, hingga rentetan tragedi kecelakaan, Perempatan Makam SI Sragen tetap menjadi salah satu sudut paling wingit di Bumi Sukowati.
Bagi sebagian orang, jalur itu hanyalah persimpangan biasa. Namun bagi mereka yang pernah merasakan sendiri atmosfernya, melintas di Perempatan Makam SI bukan hanya soal perjalanan, melainkan juga tentang menghormati jejak masa lalu yang diyakini belum benar-benar pergi. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto