SOLOBALAPAN.COM - Dalam dunia seni tari, terdapat berbagai genre yang berkembang dengan karakteristiknya masing-masing.
Beberapa di antaranya cukup populer dan sering dipentaskan, namun ada pula genre yang jarang mendapat perhatian luas, salah satunya adalah genre geculan.
Genre geculan dalam tari merujuk pada bentuk pertunjukan yang mengedepankan unsur komedi.
Dalam praktiknya, tari jenis ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menghadirkan unsur hiburan yang bersifat ringan dan mengundang tawa.
Secara umum, tari geculan memiliki ciri khas yang cukup mencolok, terutama pada rias wajah penarinya.
Riasan yang digunakan biasanya dibuat sedemikian rupa agar terlihat lucu, bahkan cenderung menyerupai karakter badut.
Penggunaan warna putih sebagai dasar rias menjadi salah satu elemen utama dalam genre ini. Selain itu, garis-garis wajah yang melengkung turut memperkuat kesan jenaka yang ingin ditampilkan kepada penonton.
Tidak hanya dari segi visual, unsur komedi dalam tari geculan juga terlihat dari gerak-gerik penari.
Gerakan yang cenderung berlebihan, tidak biasa, dan terkadang terkesan “konyol” menjadi daya tarik tersendiri dalam pertunjukan ini.
Salah satu karya tari yang cukup dikenal dalam genre ini adalah Tari Ganjur Ganjret. Tarian ini menjadi representasi dari bagaimana seni tari dapat berfungsi sebagai media hiburan yang komunikatif.
Tari Ganjur Ganjret diciptakan oleh S. Pamardi, seorang seniman yang dikenal melalui karya-karyanya yang eksploratif dan dekat dengan masyarakat. Melalui tarian ini, ia menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam seni tari.
Dalam penyajiannya, Tari Ganjur Ganjret menampilkan suasana riang gembira yang terasa sejak awal hingga akhir pertunjukan. Atmosfer tersebut dibangun melalui kombinasi gerak, ekspresi, dan interaksi antarpenari.
Biasanya, tarian ini dibawakan oleh dua orang penari yang berperan sebagai tokoh yang sedang bersenda gurau. Interaksi keduanya menjadi elemen utama yang membangun narasi dalam pertunjukan.
Baca Juga: Honda PCX dan Yamaha NMax Punya Pesain Baru di 2026! Kymco G7 Resmi Dirilis, Mana yang Lebih Unggul?
Gerakan dalam Tari Ganjur Ganjret cenderung spontan dan penuh improvisasi. Hal ini memberikan kesan natural serta memperkuat unsur komedi yang ingin disampaikan.
Selain itu, ekspresi wajah penari juga memainkan peran penting. Mimik yang dilebih-lebihkan menjadi salah satu cara untuk menyampaikan emosi secara langsung kepada penonton.
Dalam konteks pertunjukan, tari ini sering kali menjadi selingan atau hiburan di antara sajian tari yang lebih serius. Kehadirannya mampu mencairkan suasana dan menghidupkan interaksi dengan penonton.
Keberadaan tari geculan seperti Ganjur Ganjret menunjukkan bahwa seni tari memiliki fleksibilitas dalam menyampaikan pesan.
Tidak semua karya harus bersifat serius atau sakral, tetapi juga dapat menghadirkan kegembiraan.
Namun demikian, genre ini masih tergolong jarang digeluti oleh penari maupun koreografer. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah tuntutan kemampuan ekspresi yang berbeda dari tari pada umumnya.
Baca Juga: Penumpang Bus Asal Lampung Meninggal di Pinggir Jalan Solo–Semarang, Diduga Sakit Kambuh
Penari tidak hanya dituntut menguasai teknik gerak, tetapi juga kemampuan akting dan improvisasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan tari geculan.
Dengan pengemasan yang tepat, tari ini dapat menjadi alternatif pertunjukan yang menarik, terutama dalam konteks acara yang bersifat hiburan.
Sebagai bagian dari kekayaan seni tradisional, Tari Ganjur Ganjret menunjukkan bahwa seni tari tidak selalu harus serius dan formal. Melalui pendekatan yang jenaka, tarian ini tetap mampu menghadirkan nilai artistik sekaligus hiburan bagi penontonnya. (sen/lz)
Artikel ini ditulis oleh Senda, mahasiswa Jurusan Tari di ISI Surakarta.
Editor : Laila Zakiya