Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sendang Bejen Diselimuti Aura Mistis, Pusaka Gaib Pangeran Sambernyawa Diyakini Masih Tersimpan

Rudi Hartono RS • Jumat, 17 April 2026 | 23:04 WIB
Sendang Bejen di Karanganyar dipercaya menyimpan pusaka gaib Pangeran Sambernyawa. (RUDI HARTONO RS/SOLOBALAPAN.COM)
Sendang Bejen di Karanganyar dipercaya menyimpan pusaka gaib Pangeran Sambernyawa. (RUDI HARTONO RS/SOLOBALAPAN.COM)

 

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Di balik sunyi dan rimbunnya pepohonan di wilayah Mojoroto, Mojogedang, tersembunyi sebuah sendang yang tak sekadar menyimpan air—melainkan kisah yang sulit dijelaskan nalar.

Sendang Bejen, demikian tempat itu dikenal, perlahan menjelma menjadi titik temu antara sejarah dan misteri.

Warga setempat meyakini, sendang ini bukan lokasi biasa. Di sinilah jejak perjuangan Raden Mas Said—tokoh legendaris yang dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa—disebut masih “hidup”, meski tak lagi terlihat.

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Karya! Pelajar SMP Solo Adu Kreativitas Daur Ulang Plastik

Konon, di masa perang melawan VOC, kawasan ini menjadi titik rahasia penyusunan strategi gerilya. Namun, bukan hanya sejarah yang tertinggal.

Cerita yang berkembang dari generasi ke generasi menyebut adanya pusaka-pusaka peninggalan sang pangeran yang diyakini belum pernah benar-benar “pergi”. Bukan hilang—melainkan tersimpan dalam dimensi yang tak kasat mata.

“Diyakini ini tempat menyusun siasat perang. Bahkan ada yang percaya pusaka beliau masih tersimpan secara gaib di sini,” ungkap Dwi Suroto.

Aura Sendang Bejen pun disebut berbeda. Sunyi, namun terasa “hidup”. Sejumlah pengunjung mengaku merasakan kehadiran sesuatu yang tak terlihat, terutama saat malam mulai turun.

Cerita-cerita tak biasa pun bermunculan.

Baca Juga: Berburu “Dava” Baru! Askab PSSI Sragen Gas Piala U-11, Siapkan Panggung Calon Bintang

Mulai dari kemunculan ular besar hingga sosok kuda putih yang diyakini bukan sekadar hewan biasa. Ada pula kisah tentang seorang kakek berjanggut putih yang dipercaya sebagai penunggu paling tua di kawasan tersebut.

“Tidak semua orang bisa melihat. Biasanya hanya yang punya kepekaan tertentu,” lanjut Dwi.

Fenomena ini justru semakin menguatkan daya tarik Sendang Bejen. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pengunjung meningkat tajam. Mereka datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga “merasakan”.

Malam Selasa dan Jumat Kliwon menjadi waktu yang paling ramai. Di saat itulah para peziarah melakukan ritual—mulai dari mandi di pancuran sendang hingga berzikir dalam keheningan malam.

Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk pencarian ketenangan batin. Namun bagi yang lain, ini adalah upaya mendekatkan diri pada sesuatu yang diyakini memiliki kekuatan tak biasa.

Baca Juga: Egi Fazri Nangis Minta Maaf ke Keluarga Mendiang Vidi Aldiano, Janji Hapus Konten Usai Disemprot Enzy Storia dan Deddy Corbuzier

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah yang beredar, satu hal yang pasti: Sendang Bejen telah menjelma menjadi ruang yang melampaui batas logika—tempat di mana sejarah, keyakinan, dan misteri saling bertaut.

Di sana, air terus mengalir seperti biasa.

Namun cerita… seolah tak pernah benar-benar berhenti. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#sejarah dan misteri #PUSAKA GAIB #Sendang Bejen #mojogedang #Pangeran Sambernyawa