Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengintip Kerja Kolektif Tim Teknis Kethoprak: Penjaga Nyawa Pertunjukan dari Gangguan Teknis

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 13 April 2026 | 16:14 WIB
Persiapan teknis tata cahaya dalam pertunjukan Keethoprak Program Studi Teater. (DOK. Pribadi Program Studi Teater ISI Surakarta)
Persiapan teknis tata cahaya dalam pertunjukan Keethoprak Program Studi Teater. (DOK. Pribadi Program Studi Teater ISI Surakarta)

SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Pertunjukan kethoprak sering kali identik dengan kepiawaian aktor di atas panggung atau arahan visioner seorang sutradara.

Namun, di balik gemerlap lampu dan harmoni gamelan, terdapat sosok-sosok vital yang jarang tersorot kamera namun memegang peranan krusial: Tim Teknis.

Keberadaan tim teknis kini menjadi ajang belajar bagi generasi muda yang ingin mendalami pelestarian seni tradisi secara profesional.

Mereka bukan sekadar pembantu umum, melainkan mitra strategis yang memastikan pertunjukan berjalan optimal dan meminimalisir risiko fatal di lapangan.

Baca Juga: Pertukaran Seni Budaya Tari Tradisional Indonesia-Jepang ‘Ryukyu Buyo’, Kolaborasi Jurusan Tari ISI Surakarta dan Japan Foundation

Mitra Optimalisasi Pertunjukan

Silvya Anggraeni, seorang mahasiswi seni teater yang kerap bergelut di balik layar kethoprak, menekankan bahwa tim teknis adalah penentu kualitas estetika sebuah pementasan.

"Tim teknis ini bisa meningkatkan kualitas pertunjukan kethoprak itu sendiri, mulai dari hasil audio yang jernih, pencahayaan yang artistik, hingga kualitas sound system yang memadai. Mereka juga membantu inovasi sutradara, misalnya dalam penggunaan teknologi proyektor untuk memperkuat suasana cerita," jelas Silvya.

Menggeser Paradigma "Asal Gotong Royong"

Selama ini, masyarakat sering menganggap pertunjukan tradisi bisa dibantu oleh siapa saja secara acak.

Namun, tanpa pembagian tugas (jobdesk) yang jelas, tanggung jawab atas durasi, tata cahaya, hingga properti sering kali menjadi bias.

Kehadiran tim teknis profesional justru memperkuat konsep gotong royong dengan cara yang lebih terstruktur:

Peran Krusial dalam Skala Besar

Dalam ajang yang lebih kompleks seperti festival atau lomba kethoprak, kebutuhan akan tim teknis menjadi jauh lebih besar. Beberapa posisi penting yang harus ada antara lain:

  1. Pimpinan Produksi: Kepala yang membawahi seluruh rangkaian acara.

  2. Stage Manager: Mengatur teknis keluar-masuk penyaji agar waktu tetap efisien.

  3. Penata Suara: Tidak hanya fokus pada audio, tapi juga memastikan sinyal clip-on aktor tetap stabil.

  4. Tim Keamanan & Kesehatan: Menjaga keselamatan di berbagai titik lokasi acara.

Pelestarian Budaya di Era Modern

Di tengah modernisasi, kethoprak tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. 

Tim teknis yang kompeten dan melek teknologi akan menjadi garda terdepan dalam mendampingi para seniman tradisi untuk terus melestarikan warisan budaya Indonesia dengan kemasan yang tetap relevan dan profesional bagi penonton masa kini.

(did/riza)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Tim Teknis #kethoprak #pertunjukan