SOLOBALAPAN.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali mencuri perhatian lewat langkah besar di kancah internasional.
Jurusan Tari ISI Surakarta sukses menggelar Pertukaran Seni Budaya Tari Tradisional Indonesia-Jepang bersama The Japan Foundation di Okinawa, Jepang.
Program bergengsi ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan tari tradisional Indonesia ke dunia, sekaligus membuka ruang kolaborasi budaya antara Indonesia dan Jepang.
Baca Juga: Hindari Ban Lepas, Elf Terjun ke Parit Tol Semarang-Solo
ISI Surakarta Kirim Mahasiswa ke Okinawa Jepang
Dalam kegiatan ini, Jurusan Tari ISI Surakarta memberangkatkan sejumlah mahasiswa gabungan dari Program Studi Tari dan Program Studi Koreografi Inkuiri, didampingi dua dosen pembimbing.
Selama dua minggu penuh, delegasi Indonesia menjalani berbagai agenda workshop, pertunjukan, hingga kunjungan budaya di Okinawa.
Kolaborasi ini bermula saat The Japan Foundation lebih dulu datang ke ISI Surakarta untuk menggelar workshop seni tari tradisional Jepang bertajuk Ryukyu Buyo.
Dari pertemuan tersebut, lahirlah kerja sama resmi antara Jurusan Tari ISI Surakarta dan The Japan Foundation Okinawa.
Baca Juga: Viral Anggaran BGN Rp113,9 Miliar untuk Jasa EO, Netizen Pertanyakan Urgensi di Tengah Program Gizi
Tari Gambyong dan Jentayu Dibawa ke Jepang
Dalam pertukaran budaya ini, masing-masing pihak memperkenalkan warisan seni tradisional terbaiknya.
Dari Indonesia, ISI Surakarta membawa dua materi utama:
- Tari Jentayu
- Tari Gambyong
Sementara dari Jepang, peserta dikenalkan pada seni tari tradisional Okinawa yaitu:
- Ryukyu Buyo
- Hamachiduri
- Kajadifu
Mahasiswa ISI Surakarta mempelajari teknik, filosofi, dan karakter tari Jepang secara langsung dari praktisi senior Okinawa.
Sebaliknya, mahasiswa Jepang belajar gerak dasar dan detail koreografi Tari Jentayu serta Gambyong dari delegasi Indonesia.
Workshop Digelar di Kampus Seni Ternama Okinawa
Seluruh proses workshop berlangsung di Okinawa Prefectural University of Arts, salah satu kampus seni terkemuka di Jepang.
Kegiatan ini tak hanya fokus pada praktik tari, tetapi juga pertukaran wawasan artistik, metode pembelajaran, hingga filosofi budaya masing-masing negara.
Kolaborasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana seni tradisi bisa berkembang lintas negara.
Baca Juga: Tonjolkan RWD, Toyota Rush 2026 Masih Jadi Pilihan SUV Keuarga yang Tangguh dan Tahan Banting
Delegasi ISI Surakarta Jelajahi Sejarah Kerajaan Ryukyu
Selain workshop tari, delegasi Indonesia juga diajak menjelajahi berbagai destinasi budaya dan sejarah di Okinawa, di antaranya:
- Teater Nasional Okinawa
- Okinawa Prefectural Museum
- Shiroma Bingata Studio
- Sefa Utaki
- Chinen Misaki Park
- Tamaudun Mausoleum
- Shuri Castle
Lawatan ini memberi pemahaman lebih dalam mengenai sejarah Kerajaan Ryukyu, identitas budaya Okinawa, hingga perkembangan seni pertunjukan Jepang modern.
Hasil Akhir: Jepang Pentaskan Gambyong, Indonesia Tampilkan Ryukyu Buyo
Salah satu capaian paling menarik dari program ini adalah pertunjukan silang budaya.
Delegasi Jurusan Tari ISI Surakarta akan menampilkan Ryukyu Buyo sebagai hasil pembelajaran selama di Jepang.
Sebaliknya, mahasiswa Okinawa Prefectural University of Arts juga akan mementaskan Tari Gambyong dan Tari Jentayu.
Momen ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu menjembatani perbedaan bahasa, negara, dan budaya.
Buka Jalan Pertukaran Budaya Lebih Luas
Program ini dinilai membuka peluang besar bagi ISI Surakarta untuk memperluas jaringan kerja sama internasional ke negara lain.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya tari tradisional, ke panggung global.
Dengan kolaborasi seperti ini, ISI Surakarta kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pendidikan seni yang aktif membawa budaya Nusantara mendunia. (sen/lz)
Editor : Laila Zakiya