SOLOBALAPAN.COM - Kota Surakarta menjadi kota dengan segudang aktivitas budayanya. Para wisatawan akan selalu dijamu dengan sudut tradisi dan keindahan estetika seni melalui berbagai kegiatan berbasis kebudayaan di Kota Surakarta.
Salah satu kegiatan berbasis budaya yang rutin dilaksanakan adalah Opera Bakdan Ning Solo.
Sesuai namanya, event ini digelar dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri untuk menghibur perantau/pekerja yang berada di Solo dan tentunya tamu-tamu luar kota yang berkunjung ke Solo.
Tahun 2026, Opera Bakdan Ning Solo digawangi oleh Komunitas Seni Tari Moncar Iswara.
Moncar Iswara menjadi salah satu komunitas yang aktif bergerak di bidang seni pertunjukan khususnya tari dan sudah menghidupi lingkungan penggiat budaya di Kota Surakarta.
Bukanlah kali pertama bagi Moncar Iswara berperan aktif pada acara Bakdan Ning Solo.
Tahun 2025 lalu, Moncar Iswara juga berhasil menggelar Opera Bakdan Ning Solo dengan lakon Cinta di Bawah Sinar Rembulan.
Kemudian tahun ini, Opera Bakdan Ning Solo mengusung lakon Dewa Ruci Guru Sejati. Lakon tersebut adalah pethilan atau salah satu episode pada epos Mahabarata dalam lakon wayang kulit/wayang orang.
Opera Bakdan Ning Solo 2026 disutradari oleh founder Moncar Iswara sendiri yakni Agung Kusumo Widagdo.
Ia menggandeng koreografer Dorothea Quinn dan Thimoteus Dewa serta Budi Bodhot sebagai penulis naskah.
Pertunjukan Opera Bakdan Ning Solo mulai menjadi sorotan publik saat beberapa potongan video perlahan bermunculan di media sosial.
Hal ini memicu respon masyarakat yang mengatakan bahwa kemasan Opera Bakdan Ning Solo memang selalu unik dan kekinian.
“Garapan sangat inovatif, bikin gagal move on,” tulis salah satu komentar di akun TikTok Bayu Saputra dimana merekam beberapa adegan pada Opera Bakdan Ning Solo 2026 ini.
Hal yang menyita perhatian ialah, Garapan Opera Bakdan Ning Solo ini selalu terkesan fresh dan mengikuti trend yang sedang happening.
Ini menjadi daya tarik bagi penonton serta membuat penonton selalu menantikan kehadiran Opera Bakdan Ning Solo setiap tahunnya.
Terlihat pada salah satu adegan yakni saat adegan dialog para Kurawa, datanglah Narator oleh Gendut Dalang Berijazah menjadi salah satu spotlight alias sangat menyita perhatian penonton baik langsung maupun di media sosial.
Garap gerakan, garap gendhing/iringan, serta interaksi antara Narator dengan penari ataupun dengan penonton menjadi satu bagian tak terlupakan pada pertunjukan ini.
Beberapa motif Gerak dalam adegan para Kurawa juga menjadi sorotan dimana beberapa gerakannya adalah Gerakan dance TikTok yang sedang viral pada masa itu.
Opera Bakdan Ning Solo yang dipersembahkan oleh Moncar Iswara ini juga menggandeng beberapa seniman kenamaan lintas generasi seperti Guntur Kusumo, Adif Marhaendra, Agus Prasetyo, dan Anggono Kusumo Wibowo.
Tentu pertunjukan ini semakin memikat hati para penonton dan semakin meningkatkan rasa ingin tahu serta ketertarikan penonton terhadap event budaya khususnya di Kota Surakarta.
Kemasan yang lebih kekinian tapi tidak juga meninggalkan sisi tradisi yang masih kental dan harus dilestarikan. (sen/lz)
Editor : Laila Zakiya