Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kiprah Maestro Tari dalam Langen Beksan Nemlikuran 'Mataya Rinengga Kidung Wana Martani'

Laila Zakiya • Jumat, 10 April 2026 | 17:30 WIB
Maestro Tari pada Pergelaran Nemlikuran. (DOK. Instagram @bajoesaputra)
Maestro Tari pada Pergelaran Nemlikuran. (DOK. Instagram @bajoesaputra)

SOLOBALAPAN.COM - Sejumlah maestro tari tradisi gaya Surakarta unjuk kebolehan dalam gelaran Langen Beksan Nemlikuran edisi Maret dengan tajuk “Mataya Rinengga Kidung Wana Martani”.

Langen Beksan Nemlikuran kali ini diselenggarakan tanggal 26 Maret 2026 lalu di Joglo Surya Hamidjaja SMK N 8 Surakarta. 

Event ini merupakan rutinitas bulanan SMK N 8 Surakarta yang didukung alumni khususnya alumni jurusan tari. 

Pertunjukan “Mataya Rinengga Kidung Wana Martani” menghadirkan beberapa nama besar tokoh-tokoh tari seperti Didik Bambang Wahyudi, Ali Marsudi, Yoyok Bambang Priyambada, Dewi Sulastri, dan masih banyak lagi. 

Event Langen Beksan Nemlikuran sudah menjadi rutinitas tontonan Masyarakat yang juga menjadi ikon pertunjukan budaya di Kota Surakarta.

Nemlikuran edisi Maret ini menampilkan lakon wayang Mahabarata yakni epos Babad Wanamarta tentang perjalanan Pandawa membangun negara Ngamarta. 

Baca Juga: Siapa Ida Hamidah? Kepala Samsat yang Dinonaktifkan Gubernur Dedi Mulyadi Karena Masalah Aturan Bayar Pajak, Ini Jejak Karier dan Harta Kekayaannya

Adegan Pandawa dan Kunthi. (DOK. Instagram @bajoesaputra)
Adegan Pandawa dan Kunthi. (DOK. Instagram @bajoesaputra)

Nama-nama besar dalam dunia tari ikut andil menjadi pemeran dalam pertunjukan ini. Menjadi tokoh utama dan tentu berperan penuh sebagai penari dalam pertunjukan berdurasi 3 jam itu.

Seniman muda kenamaan pun turut hadir menyaksikan dan mengapresiasi pertunjukan ini. Beberapa diantaranya yakni Bathara Saverigadi, Okvalica Harlis, dan Adif Marhaendra tampak menunggu hingga pertunjukan usai. 

Hal ini membuktikan bahwa seni menyatukan seluruh kalangan usia. Tampak dari semangat para seniman senior yang masih seperti berjiwa muda, dan konsistensi seniman muda dalam apresiasi dan partisipasi. 

Jam terbang yang tinggi mampu membawa para seniman senior untuk menunjukkan kiprah kepenarian mereka di panggung Langen Beksan Nemlikuran. 

Pembuka acara diisi dengan umbul donga oleh Wahyu Santosa Prabowo dan disambut tari rampak kaputren oleh seniwati senior. 

Baca Juga: Skenario PSS Sleman Juara Liga 2 2025/2026: Wajib Libas Barito Putera dan Berharap Tuah Persela Lamongan, Ini Hitung-hitungan Poinnya

Rampak Kaputren pada Pergelaran Mataya Rinengga Kidung Wana Martani Langen Beksan Nemlikuran. (DOK. Instagram @bajoesaputra)
Rampak Kaputren pada Pergelaran Mataya Rinengga Kidung Wana Martani Langen Beksan Nemlikuran. (DOK. Instagram @bajoesaputra)

Langen Beksan Nemlikuran edisi Maret ini mendapat banyak sorotan karena ini sekaligus menjadi momen reuni para seniman seniwati senior khususnya di sekitar Solo Raya.

Pertunjukan Mataya Rinengga Kidung Wana Martani memperlihatkan bahwa seni tradisi akan terus hidup dan selalu meregenerasi. Namun semangat para maestro seni akan terus terpancar melalui gerak-gerak dan eksistensi. (sen/lz)

Editor : Laila Zakiya
#Langen Beksan Nemlikuran #maestro tari #lakon Mahabharata #budaya