SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2026 sebentar lagi akan menyapa masyarakat Indonesia.
Namun, perayaan Imlek tidak hanya berhenti pada hari pertama saja. Rangkaian tradisi ini akan ditutup dengan sebuah perayaan besar yang dikenal sebagai Cap Go Meh.
Tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Tionghoa ini selalu dinantikan karena kemeriahannya.
Tidak hanya sarat akan makna religius, Cap Go Meh juga menjadi simbol akulturasi budaya dan keberagaman di Indonesia. Lantas, kapan tepatnya perayaan ini akan digelar pada tahun 2026?
Baca Juga: Libur Imlek 2026 Berapa Hari? Cek Rincian Tanggal Merah dan Jadwal Long Weekend di Bulan Februari
Jadwal dan Perhitungan Tanggal
Berdasarkan penanggalan Lunar atau kalender bulan, Cap Go Meh selalu jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Istilah ini sendiri diambil dari dialek Hokkien, di mana "Cap" berarti sepuluh, "Go" berarti lima, dan "Meh" berarti malam, yang secara harfiah bermakna malam kelima belas.
Jika merujuk pada kalender masehi tahun ini, berikut adalah rincian jadwalnya:
-
Tahun Baru Imlek 2577: Jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
-
Cap Go Meh 2026: Jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026.
Tanggal 3 Maret 2026 akan menjadi momen puncak di mana bulan purnama pertama di tahun yang baru bersinar, menandai berakhirnya rangkaian perayaan Imlek dengan penuh suka cita.
Simbol Harapan dan Pesta Rakyat
Berbeda dengan Imlek yang identik dengan momen sakral berkumpul bersama keluarga inti di rumah, Cap Go Meh memiliki karakteristik yang lebih komunal dan terbuka.
Pada malam ini, masyarakat akan tumpah ruah ke jalan atau ruang publik untuk merayakan kebersamaan.
Secara kultural, perayaan ini dimaknai sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan doa agar kehidupan di tahun yang baru berjalan lebih lancar.
Di berbagai negara seperti Tiongkok dan Taiwan, perayaan ini juga dikenal sebagai Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Ini Deretan Kuliner Khas Pembawa Hoki yang Cocok di Lidah Anak Muda
Ragam Tradisi Unik di Berbagai Daerah
Indonesia yang kaya akan keberagaman memiliki cara unik dalam merayakan Cap Go Meh.
Setiap daerah menyuguhkan atraksi budaya yang khas hasil dari akulturasi sejarah setempat.
Berikut adalah beberapa tradisi ikonik Cap Go Meh di nusantara yang sayang untuk dilewatkan:
-
Pawai Tatung (Singkawang, Kalimantan Barat): Atraksi ekstrem di mana para Tatung yang diyakini dirasuki roh leluhur melakukan ritual kekebalan tubuh sebagai sarana penolak bala.
-
Tradisi Ruwat Bumi (Salatiga, Jawa Tengah): Bentuk akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa sebagai wujud rasa syukur dan doa tolak bala agar masyarakat dijauhkan dari bencana.
-
Arak-arakan Sipasan dan Kio (Padang, Sumatera Barat): Pawai kendaraan berbentuk lipan (Sipasan) dan tandu dewa (Kio) yang mengelilingi pusat kota Padang.
-
Festival Jappa Jokka (Makassar, Sulawesi Selatan): Karnaval budaya penutup Imlek yang dulunya dikenal sebagai Pasar Malam Cap Go Meh, tradisi yang mulai marak sejak era Presiden Gus Dur.
-
Ziarah Pulau Kemaro (Palembang, Sumatera Selatan): Pusat ritual dan doa di Klenteng Hok Tjing Rio yang dimeriahkan dengan pertunjukan wayang orang dan barongsai.
Perayaan Cap Go Meh di Indonesia tahun 2026 diprediksi akan kembali menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus menjadi bukti harmoni budaya yang indah di Tanah Air. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo