Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Makna Hijau, Hilal, dan Bintang dalam Ornamen Ramadhan

Andi Aris Widiyanto • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:23 WIB

Warna hijau, bulan sabit, dan bintang kerap menghiasi Ramadhan.
Warna hijau, bulan sabit, dan bintang kerap menghiasi Ramadhan.

SOLOBALAPAN.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana kota perlahan berubah. Masjid, jalanan, hingga pusat perbelanjaan mulai dihiasi ornamen bernuansa Islami.

Warna hijau tampak mendominasi, berpadu dengan simbol bulan sabit dan bintang yang menggantung di berbagai sudut. Bagi banyak orang, hiasan ini menjadi penanda Ramadhan semakin dekat. Namun, tak semua menyadari bahwa di balik ornamen tersebut tersimpan makna spiritual yang mendalam.

Warna hijau sejak lama dikaitkan erat dengan Islam. Hijau melambangkan kehidupan, kesejukan, dan keberkahan.

Dalam tradisi Islam, warna ini juga sering diasosiasikan dengan gambaran surga serta ketenangan batin. Karena itulah, nuansa hijau kerap hadir dalam dekorasi Ramadhan sebagai simbol harapan, kesucian, dan pertumbuhan iman selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Alfeandra Dewangga Buka Suara Soal Posisi Bek Kiri Persib yang Makin Sesak Usai Kedatangan Layvin Kurzawa, Ini Katanya

Kedekatan warna hijau dengan Islam juga tercermin dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis yang dikutip dari kitab Majma’ az-Zawāid, disebutkan bahwa hijau merupakan warna yang disukai Rasulullah SAW.

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كان يحبُّ الخضرةَ أو قال كان أحبُّ الألوانِ إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW menyukai warna hijau.” (HR. Al-Haitami)

Tak hanya warna, simbol bulan sabit atau hilal juga memiliki peran penting dalam tradisi Islam. Hilal menjadi penanda utama dalam kalender hijriah, termasuk sebagai penentu awal Ramadhan.

Kemunculan bulan sabit baru menandai dimulainya kewajiban berpuasa bagi umat Islam. Tak heran jika simbol ini kemudian menjadi ikon yang lekat dengan perayaan Ramadhan.

Penggunaan bulan sabit sebagai simbol Islam juga dipengaruhi oleh sejarah. Pada masa Kekaisaran Utsmaniyyah, bulan sabit dan bintang digunakan secara luas, terutama setelah penaklukan Konstantinopel oleh pasukan Turki Utsmani.

Seiring waktu, simbol ini semakin dikenal dan dikaitkan dengan identitas Muslim di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Resmi! Shayne Pattynama Siap Debut di Laga Persita vs Persija

Sementara itu, bintang yang kerap dipadukan dengan bulan dimaknai sebagai lambang petunjuk dan cahaya di tengah kegelapan.

Dalam konteks spiritual, bintang melambangkan harapan dan hidayah—sejalan dengan esensi Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan, pencerahan, dan petunjuk menuju jalan kebenaran.

Perpaduan warna hijau, bulan sabit, dan bintang akhirnya menjadi representasi visual yang kuat dalam menyambut Ramadhan.

Ornamen-ornamen ini bukan sekadar pemanis suasana, tetapi juga menyimpan pesan spiritual tentang kesucian, harapan, serta kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Dengan memahami makna di balik hiasan Ramadhan, masyarakat diharapkan dapat menyambut bulan suci ini tidak hanya sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi diri dan penguatan nilai-nilai keimanan. (iz/an)

 

-Izza Aziza Queen Sophia-

Editor : Andi Aris Widiyanto
#warna hijau #bulan suci ramadhan #Bulan sabit