SOLOBALAPAN.COM – Big Bang adalah peristiwa berupa ledakan dahsyat di alam semesta yang menjadi dasar kajian kosmologi mengenai pembentukan dan perkembangan semesta.
Alam semesta kita terus berkembang selama sekitar 13,8 miliar tahun sejak peristiwa itu.
Namun, pertanyaan yang kini paling membingungkan para ahli fisikawan adalah: Apa sebenarnya yang terjadi sebelum Big Bang?
Sejarah Penemuan Teori Big Bang
Teori Big Bang pertama kali dikemukakan oleh Georges Lemaitre, seorang fisikawan dan astronom Belgia, pada tahun 1927.
Ia berhipotesis bahwa alam semesta berasal dari sebuah "gumpalan telur kosmik" yang kemudian meledak dan menyebar.
Penemuan Ekspansi: Pada 1922, matematikawan Rusia Alexander Friedman menemukan solusi untuk persamaan relativitas umum Albert Einstein yang menyatakan alam semesta mengembang.
Meskipun Einstein awalnya skeptis dan lebih percaya alam statis, bukti pengamatan yang dilakukan astronom Vesto Slipher (1912) yang melihat galaksi bergerak menjauhi Bumi semakin menguatkan teori ekspansi.
3 Misteri dan Teori Spekulatif Pre-Big Bang
Karena keterbatasan teknologi, apa yang terjadi sebelum Big Bang bersifat spekulatif dan masih menjadi perdebatan:
1. Teori Big Bounce (Siklus Abadi)
Teori ini mengusulkan bahwa alam semesta kita adalah bagian dari siklus abadi ekspansi dan kontraksi. Sebelum Big Bang kita, ada alam semesta sebelumnya yang menyusut (kontraksi) dan akhirnya "memantul" (bounce) menjadi ledakan yang menciptakan alam semesta kita.
Ini menyiratkan alam semesta tidak memiliki awal yang tunggal, melainkan terus berulang.
2. Teori Multiverse (Banyak Alam Semesta)
Teori ini, yang sering dikaitkan dengan teori inflasi, menyatakan bahwa alam semesta kita hanyalah salah satu dari banyak alam semesta.
Proses yang menyebabkan Big Bang kita juga dapat menciptakan banyak alam semesta lain yang terpisah dan tidak terhingga jumlahnya.
3. Keadaan Sebelum Waktu
Beberapa teori, termasuk yang diajukan oleh fisikawan legendaris Stephen Hawking, berpendapat bahwa pertanyaan "sebelum Big Bang?" tidak memiliki arti.
Hal ini karena waktu itu sendiri dimulai pada saat Big Bang terjadi. Konsepnya mirip dengan pertanyaan "apa yang ada di selatan Kutub Selatan?", yang jawabannya adalah tidak ada karena tidak ada arah ke selatan dari titik tersebut. (mg1/dam)