Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ketika Cerita Fiksi dari Novel The Narrative of Arthur Gordon Pym Menjadi Kenyataan, Kebetulan Kah?

Damianus Bram • Sabtu, 1 November 2025 | 00:21 WIB
Ilustrasi Sampul Buku “The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket”.
Ilustrasi Sampul Buku “The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket”.

SOLOBALAPAN.COM – Karya sastra biasanya dianggap murni hasil imajinasi penulis.

Namun, apa jadinya jika sebuah novel malah meramal kejadian nyata dengan detail yang sangat spesifik dan menakutkan?

Inilah yang terjadi dengan novel Edgar Allan Poe berjudul “The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket”.

Novel yang diterbitkan pada tahun 1838 ini disebut banyak orang sebagai “ramalan berdarah dari masa depan”.

Kisah Fiksi yang Terlalu Mirip Kenyataan

Novel ini menceritakan petualangan tokoh bernama Arthur Gordon Pym, seorang pelaut muda yang mengalami pemberontakan, kapal karam, hingga harus menghadapi praktik kanibalisme di laut lepas.

Dalam cerita tersebut, Pym dan beberapa rekannya terdampar tanpa makanan.

Demi bertahan hidup, mereka terpaksa mengundi dan memakan salah satu awak kapal muda yang naasnya bernama Richard Parker.

Kisah ini dianggap murni fiksi horor-misteri. Namun, 46 tahun kemudian, fiksi tersebut berubah menjadi tragedi nyata.

Peristiwa Nyata: Tragedi Kapal Mignonette

Pada tahun 1884, kapal layar bernama Mignonette karam di tengah perjalanan dari Inggris menuju Australia. Empat awak kapal terdampar di perahu kecil tanpa makanan dan air.

Setelah berhari-hari kelaparan, mereka memutuskan melakukan kanibalisme.

Mereka membunuh dan memakan awak termuda di antara mereka, seorang bocah kabin bernama Richard Parker.

Kesamaan antara nama korban yang dimakan (Richard Parker) dan situasi (kanibalisme di laut pasca-kapal karam) dalam novel Poe dan kejadian nyata hampir setengah abad kemudian dianggap terlalu spesifik untuk disebut kebetulan.

Kebetulan atau Ramalan?

Banyak orang percaya bahwa kesamaan nama dan kronologi ini adalah bukti adanya fenomena supranatural.

Beberapa ahli teori konspirasi bahkan menjuluki Poe sebagai “penulis cenayang” yang entah bagaimana bisa melihat masa depan melalui karya-karyanya.

Meskipun sejarawan sastra menilai ini hanyalah kebetulan luar biasa, misteri mengapa nama "Richard Parker" muncul identik di dua kisah tragis yang terpisah puluhan tahun ini tetap menjadi pertanyaan yang belum terpecahkan dalam sejarah literatur dan kasus hukum. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#kanibalisme #The Narrative of Arthur Gordon Pym #kenyataan #edgar allan poe #ramalan #kebetulan #novel