Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Misteri Abadi! Ini 3 Ramalan Historis yang Dipercaya Terbukti Kebenarannya di Masa Kini

Damianus Bram • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:41 WIB
Prabu Jayabaya dari Kerajaan Kediri.
Prabu Jayabaya dari Kerajaan Kediri.

SOLOBALAPAN.COM – Ramalan selalu memicu perdebatan, sebagian orang meyakininya sebagai petunjuk, sementara kaum skeptis menganggapnya bualan. Namun, ada beberapa ramalan historis yang menarik perhatian karena detailnya yang kebetulan sangat mirip dengan peristiwa yang benar-benar terjadi di masa sekarang.

Berikut merupakan tiga ramalan yang berasal dari masa lalu dan diyakini banyak orang telah terbukti kebenarannya:

1. Ramalan Serangan 11 September 2001 oleh Nostradamus

Ramalan yang diungkapkan oleh peramal Prancis abad ke-16, Nostradamus, ini dipercaya banyak orang menjadi ramalan bagi kejadian terorisme yang menabrak Gedung Kembar di Kota New York pada 11 September 2001.

Kutipan Kunci: Earthshaking fire from the center of the Earth Will cause tremors around the New City. Two great rocks will war for a long time,

Tafsir: Baris "New City" diyakini merujuk pada New York. Sementara "Api yang mengguncang dari kedalaman bumi" (Earthshaking fire) ditafsirkan sebagai ledakan dahsyat di pusat kota.

Ramalan ini pun masih menjadi perdebatan karena tidak ada penjelasan apa hubungan api yang mengguncang bumi dengan kejadian terorisme.

2. Ramalan Jangka Jayabaya tentang Modernisasi Jawa

Baca Juga: Kartun Rakyat Jadi Cermin Kehidupan: Mengupas Pesan Moral dan Kontras Lucu dalam Serial Keluarga Somat

Ramalan-ramalan yang diungkapkan oleh Prabu Sri Aji Jayabaya, raja Kediri abad ke-12, masih menjadi pegangan bagi sebagian masyarakat Jawa hingga masa kini.

Ramalan Asli: "Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange."

Tafsir Modern: Ramalan ini sesuai dengan kondisi Tanah Jawa saat ini karena tafsirannya dimaknai secara harfiah sebagai:

Jayabaya menyebut, itulah tanda bahwa zaman Jayabaya semakin dekat.

3. Ramalan Tenggelamnya Kapal Titanic (William Thomas Stead)

Kisah yang paling mengerikan terkait ramalan datang dari wartawan dan penulis, William Thomas Stead.

Pada Maret 1886, ia menerbitkan cerpen berjudul "How the Mail Steamer Went Down in Mid Atlantic, by a Survivor".

Isi Cerpen: Dikisahkan, seorang pelaut bernama Thomas berlayar menggunakan kapal penumpang baru dari Inggris ke Amerika Serikat.

Ia menyadari jumlah sekoci di kapal terlalu sedikit dan tidak cukup untuk menyelamatkan semua penumpang jika terjadi kecelakaan.

Dalam cerita itu, kapal bertabrakan di lautan berkabut dan tenggelam, menewaskan lebih dari 700 orang.

Kenyataan Tragis: Kisah ini awalnya diabaikan, namun ketika kapal raksasa RMS Titanic tenggelam pada 15 April 1912 (26 tahun setelah cerpen terbit), banyak yang menyebut cerpen ini adalah ramalan yang mengerikan.

Nasib Penulis: Tragisnya, William Thomas Stead sendiri meninggal tenggelam bersama kapal RMS Titanic, menjadikannya bagian dari ramalan yang ia tulis.

Terlepas dari pembuktian yang ada, ramalan adalah sesuatu yang harus ditanggapi sebagai peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan sesuatu yang harus diimani secara mutlak. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#Nostradamus #ramalan #Jayabaya #modernisasi jawa #11 september 2001 #kapal titanic