Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Konspirasi Paling Ekstrem! Menguak Teori Bumi Berongga (Hollow Earth) dan Kesaksian Admiral Byrd Soal Kota di Bawah Kutub Utara

Damianus Bram • Rabu, 22 Oktober 2025 | 00:04 WIB
Sebuah penggambaran planet Bumi yang menampilkan "Dunia Bawah Tanah" Atvatabar, dari novel fiksi ilmiah tahun 1892 buatan William R. Bradshaw The Goddess of Atvatabar.
Sebuah penggambaran planet Bumi yang menampilkan "Dunia Bawah Tanah" Atvatabar, dari novel fiksi ilmiah tahun 1892 buatan William R. Bradshaw The Goddess of Atvatabar.

SOLOBALAPAN.COM – Bumi adalah planet yang masih menyimpan misteri tak terhitung.

Namun, salah satu teori konspirasi paling ekstrem yang beredar di masyarakat adalah Teori Bumi Berongga (Hollow Earth)—keyakinan bahwa kehidupan tidak hanya berada di permukaan, melainkan ada peradaban yang sangat maju di dalam lapisan Bumi.

Sejarah Teori: Dari Astronomi ke Peradaban Canggih

Teori Bumi Berongga pertama kali dikenalkan pada abad ke-17 oleh ahli astronomi ternama, Edmund Halley (penemu Komet Halley).

Halley percaya Bumi terdiri dari beberapa tempurung atau cangkang konsentris. Kita tinggal di lapisan terluar, dan di kedalaman 800 km terdapat dua cangkang lagi dan inti bumi.

Halley mempelajari medan magnet Bumi dan percaya bahwa medan magnet yang begitu kuat ini hanya bisa dijelaskan jika ada kehidupan dan atmosfer di dalam sana yang mendukungnya.

Ia beranggapan peradaban di dalam Bumi kemungkinan jauh lebih canggih.

Kesaksian Admiral Richard E. Byrd yang Misterius

Baca Juga: Membongkar Misteri Ruang dan Waktu: 3 Teori yang Mendukung Keberadaan Dunia Paralel

Pada bulan Desember 1946, Admiral Richard Evelyn Byrd, seorang perwira militer AS, memimpin Operasi High Jump ke Antartika.

Kisahnya memicu konspirasi besar setelah kematiannya yang misterius pada 1957.

Anak Byrd menemukan buku catatan ayahnya berjudul "The North Pole Exploratory Flight: The Inner Earth My Secret Diary". Buku ini ditulis saat Operasi High Jump di Antartika.

Dalam buku itu, Admiral Byrd bersaksi bahwa ia melihat hamparan hijau di tengah Kutub Utara, menemukan makhluk tinggi berambut pirang, dan kota bercahaya emas di bawah tanah.

Makhluk tersebut disebut memperingatkannya tentang bahaya penggunaan senjata nuklir di permukaan Bumi.

Para konspirator percaya bahwa Byrd sempat “terbang masuk” ke dalam Bumi dan berinteraksi langsung dengan penghuni dunia bawah, dan Pemerintah Amerika sengaja menutup-nutupi seluruh dokumen perjalanan Byrd.

Fakta Ilmiah vs. Mitos

Hingga saat ini, teori ini masih menjadi perdebatan. Lubang terdalam yang pernah diobservasi oleh manusia adalah Kola Superdeep Borehole dengan kedalaman sekitar 12 km.

Sedangkan "kehidupan" yang diklaim Edmund Halley kemungkinan ada pada kedalaman 800 km, yang mustahil dijangkau oleh teknologi saat ini.

Skeptis: Banyak yang meyakini kisah Admiral Byrd hanyalah metafora atau dilebih-lebihkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Konspirator: Percaya bahwa informasi ini disembunyikan agar manusia tidak mengetahui keberadaan peradaban yang lebih maju di bawah Bumi. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#Admiral Byrd #Edmund Halley #Teori Bumi Berongga #peradaban bawah tanah #Richard Evelyn Byrd #hollow earth #konspirasi