Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ini 4 Fenomena yang Sering Dianggap Mistis Tapi Bisa Dijelaskan Secara Logis dan Medis

Damianus Bram • Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:13 WIB
Ilutrasi penanganan kesurupan.
Ilutrasi penanganan kesurupan.

SOLOBALAPAN.COM – Pikiran manusia seringkali belum mampu memproses fenomena aneh yang terjadi di hadapan mereka, sehingga banyak kejadian misterius yang langsung dikaitkan dengan hal-hal gaib.

Padahal, beberapa fenomena yang dianggap mistis tersebut kini sudah dapat dijelaskan secara logis melalui sudut pandang sains, psikologi, dan kondisi medis.

Berikut merupakan empat fenomena yang sering disalahartikan sebagai serangan gaib, padahal memiliki penjelasan ilmiah:

1. Kerasukan (Possession)

Baca Juga: Cthulhu Hingga Azathoth! Ini 5 Monster Paling Mengerikan Ciptaan H.P. Lovecraft yang Mengguncang Imajinasi Dunia!

Fenomena ini umumnya dikaitkan dengan seseorang yang bertingkah di luar kebiasaannya, bahkan membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Penjelasan Sains: Dalam dunia sains, kondisi yang mirip dengan kesurupan dapat terjadi karena adanya sugesti yang masuk ke dalam sistem saraf, menyebabkan otak korban mempercayai dirinya sedang kerasukan.

Kondisi Medis: Studi dari Wolfgang Miltner, ahli psikologi dari Universitas Friedrich Schiller Jena di Jerman, menyatakan bahwa kondisi kerasukan adalah akibat adanya perubahan kesadaran.

Hal ini erat kaitannya dengan psikologi dan kondisi mental seseorang, di mana pikiran yang sangat sugestif dapat memicu respons fisik.

2. Ketindihan (Sleep Paralysis)

Kondisi di mana seseorang tidak bisa menggerakkan badannya sendiri saat tidur dikenal sebagai ketindihan atau kelumpuhan tidur.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan ‘makhluk halus’ yang menindih.

Penjelasan Logis: Kelumpuhan tidur terjadi ketika tubuh melewati beberapa fase tidur secara drastis, khususnya saat tubuh berada di fase REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini, otak aktif memproses mimpi (tidur paling dalam), namun otot tubuh berada dalam keadaan lumpuh (atonia) untuk mencegah kita bergerak mengikuti mimpi.

Penyebab: Kondisi tubuh yang kelelahan dapat memicu loncatan fase tidur, membuat tubuh langsung masuk kondisi REM, sementara otak belum sepenuhnya bangun. Pada momen inilah sensasi tidak bisa bergerak (ketindihan) terjadi.

3. Pantosmia (Halusinasi Penciuman)

Fenomena ini—saat seseorang tiba-tiba mencium aroma-aroma aneh seperti wangi kembang, busuk, darah, atau hangus terbakar—seringkali dihubungkan dengan kehadiran hantu atau energi negatif.

Penjelasan Medis: Kondisi ini disebut Pantosmia, atau halusinasi penciuman. Ini adalah masalah medis yang terjadi pada sistem penciuman (olfaktori).

Penyebab: Pantosmia dapat dipicu oleh cedera pada kepala, infeksi pernapasan, atau bahkan kondisi yang lebih serius seperti tumor otak, atau gejala awal penyakit Parkinson.

4. Halusinasi Visual

Seseorang yang mengaku melihat sosok yang seharusnya tidak ada (seperti hantu atau penampakan) biasanya disebut mengalami halusinasi.

Penjelasan Psikologis: Halusinasi secara klinis dikategorikan sebagai gejala penyakit mental sejak tahun 1817 oleh psikiater Prancis Jean-Étienne Dominique Esquirol.

Penyakit Terkait: Dilansir dari Alodokter, halusinasi merupakan gejala umum dari penyakit mental serius seperti:

Meskipun kepercayaan akan hal-hal gaib adalah bagian dari budaya, memahami penjelasan logis dan medis dapat membantu kita memproses fenomena tersebut dengan pikiran yang lebih terbuka.

Semoga artikel ini bisa memperluas cakrawala berpikir Anda. (mg1/dam)

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Damianus Bram
#Fenomena mistis #ketindihan #kerasukan #Logis #Pantosmia #halusinasi