Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sarat Makna! Ini 4 Makanan Wajib yang Selalu Dihadirkan dalam Ritual Adat dan Syukuran di Indonesia

Damianus Bram • Senin, 6 Oktober 2025 | 23:53 WIB
Tradisi Apem Sewu
Tradisi Apem Sewu

SOLOBALAPAN.COM – Makanan seringkali dianggap sebagai media paling berpengaruh untuk mempererat hubungan, baik antar sesama maupun kepada leluhur.

Di Indonesia, sejumlah hidangan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai santapan, tetapi menjadi makanan wajib yang sarat makna filosofis dalam berbagai ritual adat.

Berikut adalah empat makanan yang harus hadir pada upacara tertentu di Indonesia:

1. Tumpeng: Simbol Harapan Hidup Lurus

Tumpeng adalah makanan adat Jawa yang paling ikonik dengan ciri khas berbentuk kerucut yang berundak. Bentuk ini dimaknai sebagai bentuk harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Dilansir dari detikcom, nama Tumpeng sendiri merupakan akronim dari 'metu dalan kang lempeng' yang artinya 'hidup melalui jalan yang lurus’.

Tumpeng biasa digunakan pada saat upacara pernikahan, kelahiran, panen raya, hingga syukuran lainnya.

Lauk pauk yang menyertai Tumpeng juga mengandung makna filosofis mendalam:

Ayam: Inggalo jungkung, wujud cita-cita manusia untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Bayam (Bayem): Berarti kehidupan yang ayem tentrem (damai dan tenteram).

Telur: Disimbolkan sebagai proses terbentuknya manusia.

Bumbu Megono (Sambal Kelapa Parut): Melambangkan embrio manusia.

Cabai Merah (Lombok Abang): Bermakna wujud tekad untuk menegakkan kebenaran.

Kacang Panjang: Diartikan sebagai pemikiran yang matang agar manusia dapat lebih bijaksana.

2. Kue Apem di Kirab Apem Sewu

Kue Apem merupakan hidangan wajib dalam tradisi Kirab Apem Sewu di Kampung Sewu, Solo, Jawa Tengah.

Tujuan Ritual: Ucapan syukur ini diajukan oleh warga Kampung Sewu terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai ungkapan syukur karena telah dihindarkan dari bencana, terutama risiko banjir, mengingat Kampung Sewu terletak di pinggir Sungai Bengawan Solo.

3. Lamang Tapai (Minangkabau)

Makanan Lamang Tapai adalah hidangan khas dari Minangkabau.

Makanan ini biasanya dihadirkan ketika acara mandoa, yakni acara syukuran yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadan atau perayaan keagamaan lainnya.

Variasi: Terdapat beberapa jenis lamang yang bisa dinikmati, seperti lamang tapai, lamang kanji, lamang kuniang, lamang pulut, dan lainnya.

4. Kolo (Nusa Tenggara Timur)

Kolo adalah makanan khas dari Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terbuat dari nasi yang dimasak dalam bambu.

Waktu Dihadirkan: Makanan ini biasa dihadirkan ketika terdapat acara-acara adat besar, seperti penti (ritual syukur atas panen), pernikahan, dan perayaan budaya lainnya.

Simbolisme: Hidangan ini biasanya disantap bersama sayur dan lauk, melambangkan kebersamaan dan persatuan dalam masyarakat adat NTT. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#Kirab Apem Sewu #lamang tapai #minangkabau #makanan ritual adat #kolo #makna filosofis tumpeng