SOLOBALAPAN.COM - Kantor Kecamatan Polokarto berdiri tegak sebagai pusat pelayanan publik. Namun, di balik tembok kokohnya, ada cerita yang tak pernah sepi: bisikan gaib, aroma kembang kematian, hingga penampakan sosok-sosok dari dunia lain.
Lorong-lorong sepi di dalam kantor ini seakan menyimpan rahasia yang menolak dilupakan.
Arif, penjaga malam kantor kecamatan, sudah lebih dari sekali menjadi saksi. Suaranya bergetar saat menceritakan pengalaman mencekam itu.
“Pocong pernah ketangkap CCTV sini, kain morinya masih baru. Tuyul juga sering main di kolam koi depan ruang Pak Camat,” bisiknya lirih.
Cerita tentang tuyul sudah lama beredar di Polokarto. Konon, makhluk kecil berkepala gundul itu sering terlihat mencelupkan tangannya ke air kolam koi, seolah sedang bercanda dengan ikan-ikan yang berenang.
Namun, pengalaman Arif pada 2018 jauh lebih mengerikan. Saat mencoba memancing tuyul dengan menggantungkan seekor yuyu (kepiting sungai) di posnya, sosok lain justru menampakkan diri.
“Bukan tuyul yang datang, malah sundel bolong yang berdiri di ujung lorong,” kenangnya dengan wajah pucat.
Sejak malam itu, suasana kantor semakin angker. Pintu ruangan kerap menutup sendiri di siang bolong. Aroma kembang setaman mendadak memenuhi udara, bercampur dengan bau amis misterius setiap hujan deras mengguyur.
Tak jarang, CCTV mati tiba-tiba—seakan ada tangan gaib yang sengaja memutus aliran listrik.
Jejak Sejarah dan Dunia Tak Kasat Mata
Keangkeran kantor kecamatan ini dipercaya berhubungan dengan sejarah panjang kawasan Polokarto. Sejak masa pra-kemerdekaan, wilayah ini sudah menjadi pusat dinamika desa, dengan Desa Ngombakan tercatat berdiri sejak 1915.
Namun, kantor kecamatan tidak selalu berada di Desa Mranggen seperti sekarang. Awalnya, pusat pemerintahan menempati Desa Polokarto. Baru pada era 1960–1970-an kantor dipindahkan ke lokasi sekarang—dan sejak itulah, kisah mistis mulai melekat pada bangunan ini.
Arif mengaku, setiap malam ia harus berhadapan dengan rasa takut.
“Kalau sudah tengah malam, rasanya berat. Seperti ada yang mengawasi. Kadang terdengar langkah-langkah, padahal lorong kosong,” ucapnya dengan nada getir.
Antara Dunia Nyata dan Dunia Gaib
Bagi masyarakat sekitar, kisah-kisah ini bukan sekadar omongan kosong. Mereka percaya, kantor Kecamatan Polokarto adalah ruang pertemuan antara dunia nyata dan dunia gaib.
Sejarah panjang pemerintahan hanyalah satu sisi cerita. Di balik itu, ada dunia paralel yang hidup, bernafas, dan tak pernah lepas dari kehidupan manusia.
Dan bagi Arif, setiap malam bukan hanya rutinitas menjaga kantor—tetapi juga perang melawan teror yang tak kasat mata. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto