Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenal Bagong di Wayang Orang Sriwedari: Bukan Sekadar Pelawak, tapi Simbol Suara Kritis Generasi Muda

Mannisa Elfira • Senin, 15 September 2025 | 23:05 WIB
Bagong jadi salah satu sosok ikonik dalam Punakawan dan sering dipentaskan di Wayang Orang Sriwedari.
Bagong jadi salah satu sosok ikonik dalam Punakawan dan sering dipentaskan di Wayang Orang Sriwedari.

SOLOBALAPAN.COM - Di antara empat serangkai Punakawan dalam panggung Wayang Orang Sriwedari, Bagong adalah sosok yang paling sering memancing gelak tawa.

Dengan tingkahnya yang ngeyel dan ceplas-ceplos, ia menjadi sumber humor yang segar.

Namun, di balik kelucuannya, setiap detail wujud dan perannya menyimpan lapisan makna filosofis yang mendalam.

Bagong bukan sekadar pelawak; ia adalah representasi dari suara rakyat jelata, terutama generasi muda yang kritis dan berani.

Makna di Balik Wujud Fisik Bagong

Menurut Eko W., seorang seniman asal Solo yang mendalami dunia Wayang Orang, setiap ciri fisik Bagong memiliki makna semiotika tersendiri:

Simbol Generasi Muda yang Dekat dengan Kekuasaan

Sebagai seorang Punakawan (dari kata Pana yang berarti tahu, dan kawan yang berarti teman), Bagong adalah "teman yang memahami" para ksatria atau pejabat.

"Panakawan (Punakawan) adalah simbol rakyat jelata yang dekat dengan pejabat. Sebagai anak bontot (bungsu), Bagong merepresentasikan generasi muda yang memiliki wawasan luas," jelas Eko.

Evolusi Peran Bagong di Panggung Sriwedari

Peran dan gaya lawakan Bagong di Wayang Orang Sriwedari pun terus berevolusi dari masa ke masa, menyesuaikan dengan zaman dan selera penonton.

Bukan Sekadar Figuran, Bagong Bisa Jadi Raja

Meskipun sering tampil sebagai "pemanas" suasana di sesi gara-gara, Bagong, sama seperti saudara-saudaranya, memiliki potensi untuk menjadi lakon utama.

Dalam pakem pewayangan, ia bisa menjelma menjadi seorang raja.

"Bagong dadi ratu (jadi raja) bernama Joyopethakol," tutur Eko.

Ini membuktikan bahwa Bagong bukan hanya figur pelengkap, tetapi juga karakter penting yang bisa memegang kendali cerita. (nis/did)

Photo
Photo
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Bagong #pelawak #wayang orang sriwedari