SOLOBALAPAN.COM - Situs Manusia Purba Sangiran selama ini dikenal sebagai surga bagi para peneliti fosil.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa kawasan ini menyimpan fenomena geologi yang tak kalah menakjubkan: sebuah sumber air asin yang muncul di tengah daratan, puluhan kilometer jauhnya dari laut.
Sumber mata air ini bukan sekadar keunikan alam, melainkan sebuah bukti hidup dan jejak nyata dari masa lalu Sangiran yang pernah menjadi lautan dalam jutaan tahun silam.
Menemukan Sisa Lautan di Pedesaan Sragen
Terletak tak jauh dari kompleks utama Museum Sangiran, tepatnya di Kecamatan Kalijambe, Sragen, sumber air asin ini berada di tengah pedesaan yang asri.
Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua melewati pematang sawah, sebuah perjalanan singkat yang menenangkan.
Di lokasi, pengunjung akan menemukan sebuah sumur sederhana yang terus-menerus mengeluarkan air dengan rasa yang asin, persis seperti air laut.
Bukti Ilmiah dan Cerita Lokal
Menurut para peneliti, termasuk Puja Aprianto dan Muhammad Mujibur Rohman dalam buku mereka, Mengenal Situs Manusia Purba Sangiran, sekitar 2,4 juta tahun yang lalu, kawasan Sangiran memang merupakan lautan dalam.
Proses geologis seperti pergeseran lempeng bumi dan letusan gunung berapi dahsyat secara perlahan mengubahnya menjadi daratan.
"Bukti bahwa Sangiran dahulu merupakan lautan adalah dengan ditemukannya endapan laut berupa napal dengan kandungan fosil... moluska marin atau kerang laut," tulis mereka.
Sumber air asin ini adalah sisa-sisa air laut purba yang terperangkap di bawah lapisan tanah.
Kisah ini sejalan dengan cerita turun-temurun warga setempat. Sutanto (72), seorang warga lokal, menuturkan bahwa air asin ini telah dimanfaatkan sejak dulu.
"Air asin ini sudah ada sejak dulu. Orang sini percaya kalau dulu Sangiran memang laut," ujarnya.
Dari Bumbu Karak hingga Destinasi Wisata
Dahulu, warga memanfaatkan air dari sumber ini untuk memasak, khususnya untuk membuat makanan tradisional seperti kerupuk karak dan gendar agar terasa gurih.
Namun, seiring berjalannya waktu, pemanfaatan ini mulai berkurang.
Kini, sumber air asin ini telah menjadi daya tarik wisata tambahan yang unik.
Banyak pengunjung Museum Sangiran yang sengaja mampir untuk merasakan langsung "jejak laut purba" tersebut.
"Kalau di museum kita bisa melihat fosil, di sini kita bisa mencicipi sendiri bukti bahwa Sangiran memang pernah jadi laut. Rasanya luar biasa,” kata Rini, seorang wisatawan asal Solo.
Jendela Menuju Masa Lalu
Sumber air asin Sangiran adalah sebuah jendela langka menuju masa lalu Bumi.
Ia menjadi pengingat bahwa lanskap yang kita pijak saat ini menyimpan rekam jejak jutaan tahun yang tak terpisahkan dari sejarah evolusi alam dan manusia.
Mengunjunginya bukan hanya sekadar berwisata,tetapi juga merasakan langsung keajaiban geologi yang membentuk tanah Jawa. (mg5/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo