SOLOBALAPAN.COM - Suasana di Gedung Wayang Orang Sriwedari pada Kamis malam lalu berubah menjadi magis dan mencekam.
Publik dibuat terpaku saat pertunjukan Pedhut Dwarawati dimulai, gending gamelan mengiringi satu per satu tokoh muncul dari balik layar.
Kisah Cinta Terlarang dan Tragedi
Lakon ini bermula dari kisah cinta antara Abimanyu dan Widoretna—putri Tih Udawa—terlepas ia telah beristri, yaitu Dewi Siti Sendari, putri Prabu Kresna.
Rasa dikhianati Siti Sendari memicu konflik keluarga dan politik. Prabu Kresna kemudian mendesak pertanggungjawaban dari Tih Udawa sebagai ayah.
Namun, pilihan tragis Widoretna untuk mengakhiri hidup demi cinta membuat semua pihak terpukul.
Bangkitnya Arwah & Teror di Dwarawati
Tih Udawa, dalam kesedihan mendalam, membangkitkan arwah Widoretna agar menuntut balas. Arwah tersebut menebar ketakutan, memporak-porandakan Pendapa Dwarawati—menjualkan seluruh pengunjung hingga tinggalah suasana horor yang mencekam.
Pertemuan Dramatis Abimanyu & Arwah Widoretna
Abimanyu akhirnya menghadapi arwah kekasihnya dalam adegan menegangkan yang memunculkan rasa bersalah dan keputusasaan. Widoretna pun beristighfar, dan tubuhnya kembali seperti semula.
Resolusi: Pengampunan dan Rasa Tanggung Jawab
Dalam temaram akhirnya, kedua ayah, Tih Udawa dan Prabu Kresna, berpelukan, saling memaafkan.
Mereka belajar bahwa mengejar dosa atau sakit hati lewat kekerasan hanya membawa kehancuran.
Baca Juga: Info A1! Jawaban Teka-teki Postingan Persis Solo, Siapa Pemain dari Jepang & Malaysia yang Dimaksud?
???? Pesan Moral & Relevansi Budaya
-
Setia dalam cinta:
Perselingkuhan menimbulkan luka mendalam dan konflik yang meluas—peringatan agar cinta dibina dengan tanggung jawab. -
Bijak dalam menyikapi cinta:
Cinta yang tidak dikelola dengan kedewasaan bisa berujung pada kehancuran diri dan orang lain. -
Ajaran budaya Jawa:
Pedhut Dwarawati menekankan ajaran luhur Jawa: menjaga keharmonisan keluarga, menghormati aturan, serta mencegah dendam melalui kekerasan atau pemberantasan diri.
???? Kesimpulan
Pentas Pedhut Dwarawati bukan hanya pertunjukan visual; ia adalah refleksi atas nilai-nilai budaya, emosi, dan moral. Lewat perpaduan musik gamelan, akting dramatis, dan elemen magis, Wayang Orang Sriwedari berhasil menyuguhkan tontonan yang memesona sekaligus mendidik. (man/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto