Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Naskah Khotbah Jumat : Meraih Ampunan Melalui Amal Kebaikan di Bulan Muharram

Andi Aris Widiyanto • Jumat, 4 Juli 2025 | 02:05 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SOLOBALAPAN.COM - Di bulan Muharram yang penuh keutamaan ini, marilah kita manfaatkan kesempatan yang mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ampunan-Nya.

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam (Hijriah), yang dikenal sebagai salah satu bulan suci dengan banyak keistimewaan.

Baca Juga: Naskah Khotbah Jumat : Ikhlas dan Harapan dalam Beramal, Pelajaran dari Nabi Ibrahim dan Ismail

Dalam sejarah Islam, bulan ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang meneguhkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Oleh karena itu, Muharram bukan sekadar awal tahun baru Hijriah, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri.

Sebagai manusia, kita tidak lepas dari dosa dan kesalahan. Kelemahan dan sifat lupa yang melekat pada diri manusia seringkali membuat kita terjerumus dalam pelanggaran terhadap perintah Allah SWT.

Namun, kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada murka-Nya. Ia membuka pintu tobat selebar-lebarnya dan menyediakan banyak jalan untuk menghapus dosa—salah satunya melalui amal kebaikan.

Baca Juga: Naskah Khotbah Jumat, Menuju Kesatuan Umat Melalui Kalender Hijriyah Global

Maka dari itu, di bulan Muharram ini, mari kita tingkatkan amal saleh, memperbanyak istighfar, sedekah, puasa sunah, dan mempererat ukhuwah. Semoga dengan niat yang ikhlas dan amal yang tulus, Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan keberkahan dalam hidup ini.

Berikut kutipan Naskah Khutbah Jumat 4 Juli 2025, seperti dilansir dari portal  NUonline oleh Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat  berjudul, “Khutbah Jumat: Meraih Ampunan Melalui Amal Kebaikan di Bulan Muharram”.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، الْوَاسِعِ الْكَرِيْمِ، الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ، وَيَغْفِرُ الذُّنُوبَ بِفَضْلِهِ.

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Mahaluas karunia-Nya, yang menerima tobat hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa dengan limpahan rahmat-Nya.

نَحْمَدُهُ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، وَنَسْتَغْفِرُهُ اسْتِغْفَارَ الْمُذْنِبِيْنَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، غَافِرُ الذَّنْبِ وَقَابِلُ التَّوْبِ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ذُو الطَّوْلِ الْعَظِيمِ.

Kami memuji-Nya dengan pujian orang-orang yang bersyukur, memohon ampun kepada-Nya dengan istighfar para pendosa. Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Pengampun dosa, Penerima tobat, sangat keras hukuman-Nya, serta memiliki karunia yang agung.

وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ، وَحُجَّةً عَلَى الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، وَدَاعِيًا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ.

Kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, sebagai hujjah bagi seluruh manusia, dan penyeru kepada jalan yang lurus.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ.

Ya Allah, limpahkanlah salawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau yang suci, para sahabat yang mulia, dan pengikut mereka yang setia hingga hari kiamat.

أُوْصِيْكُمْ أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ.

Wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah, saya berwasiat kepada diri sendiri dan kepada kalian semua agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya:

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ

“Dan dirikanlah salat pada kedua ujung siang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah.” (QS. Hud: 114)


Isi Khutbah: Muharram dan Penghapusan Dosa

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Bulan Muharram adalah momentum yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Ia merupakan bulan pertama dalam tahun Hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT. Di bulan ini, amal baik dilipatgandakan, dan dosa diperberat. Maka, ini adalah saat yang tepat untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At-Taubah: 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ... مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan ... di antaranya empat bulan haram.”

Allah memberikan kita jalan untuk menghapus dosa dengan memperbanyak amal kebaikan. Dalam tafsir surah Hud ayat 114, ulama seperti Al-Mawardi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hasanât (perbuatan baik) adalah:

  1. Shalat lima waktu (Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud)

  2. Dzikir: tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir (Mujahid)

  3. Amal yang diterima oleh Allah

  4. Pahala ketaatan yang menghapus siksa akibat maksiat


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ.

Segala puji bagi Allah atas segala kebaikan-Nya, dan syukur atas taufik serta nikmat yang telah diberikan-Nya.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ... وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, marilah kita perbanyak salawat atas Nabi Muhammad SAW, karena Allah berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ...

Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan kepada seluruh nabi serta hamba-hamba pilihan-Mu.


Doa Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ...

Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, lindungilah negeri kami Indonesia secara khusus, dan negeri-negeri muslim seluruhnya dari bala, wabah, gempa, fitnah, dan bencana yang tampak maupun tersembunyi.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ... وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

اِعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ ...

Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat; serta melarang perbuatan keji, mungkar, dan zalim. (an)


 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Naskah Khotbah Jumat #sejarah islam #muharram #hijriah