Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Naskah Khotbah Jumat : Ikhlas dan Harapan dalam Beramal, Pelajaran dari Nabi Ibrahim dan Ismail

Andi Aris Widiyanto • Kamis, 26 Juni 2025 | 18:04 WIB
Naskah Khootbah Jumat
Naskah Khootbah Jumat

SOLOBALAPAN.COM - Pada umumnya perbuatan baik dan amal saleh sering dipakai dan digunakan secara bergantian, akan tetapi sebenarnya ada perbedaan maknanya.

Perbuatan baik adalah perbuatan atau tingkah laku secara umum yang dianggap baik atau benar dan bermanfaat.

Sedangkan amal saleh adalah perbuatan baik yang dilakukan dengan niat dan ikhlas sesuai ajaran Islam dan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

Jadi kesimpulannya perbuatan baik belum tentu amal saleh, tetapi semua amal saleh pasti merupakan perbuatan baik.

Berikut ini naskah khobah Jumat 27 Juni 2025 dengan judul "Ikhlas dan Harapan dalam Beramal: Pelajaran dari Nabi Ibrahim dan Ismail" yang dikutip dari laman suaramuhammadiyah.id oleh Ziyadul Muttaqin Sekretaris MTT PDM Batang.

Khutbah Pertama

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang menciptakan amal, dan hanya kepada-Nya segala amal dikembalikan. Kita memohon kepada Allah agar diberikan taufik dalam beramal, keikhlasan dalam niat, serta penerimaan di sisi-Nya. Shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat beliau hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Setiap Muslim diperintahkan untuk memperbanyak amal saleh. Namun dalam Islam, amal bukan hanya soal kuantitas. Allah tidak hanya melihat jumlah rakaat, panjangnya doa, atau besarnya sedekah. Tapi yang lebih utama adalah keikhlasan, ketundukan hati, dan harapan agar amal tersebut diterima di sisi Allah.

Hal ini tercermin dalam kisah agung Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail ‘alaihimas salam, ketika mereka membangun fondasi Baitullah (Ka'bah). Allah mengabadikan peristiwa ini dalam QS. Al-Baqarah ayat 127–128:

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' (127) Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu..." (QS. Al-Baqarah: 127–128)

Mari kita renungkan beberapa hikmah penting dari ayat ini:

1. Amal Harus Dibarengi Ikhlas dan Harapan

Nabi Ibrahim tidak hanya bekerja keras secara fisik, tetapi juga memohon agar amal itu diterima. Inilah bukti bahwa yang penting bukan hanya kerja, tapi niat dan kualitas amal. Imam Ibnu Mubarak berkata:

“Ada dua hal yang banyak disia-siakan manusia: mengharap pahala saat bekerja, dan saat memberi nafkah pada keluarga.”


Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita kesempatan untuk beramal. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, penutup para nabi, rahmat bagi alam semesta.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

2. Doa Setelah Amal: Cermin Kerendahan Hati

Nabi Ibrahim tidak sombong setelah beramal besar. Beliau justru berdoa agar Allah menerimanya. Ini teladan bagi kita: berdoa setelah beramal adalah bentuk tawadhu' dan pengakuan bahwa hanya Allah yang bisa menerima amal.

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:

“Salafus shalih berdoa selama enam bulan agar bisa bertemu Ramadhan, dan berdoa selama enam bulan agar amal mereka diterima.” (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 369)

3. Peduli pada Generasi Penerus

Nabi Ibrahim juga mendoakan keturunannya. Ia ingin generasi setelahnya tetap menjaga tauhid dan ketaatan. Ini mengajarkan kita untuk tidak egois dalam ibadah, tapi juga berdoa agar anak-anak kita menjadi orang saleh.

4. Memohon Petunjuk dan Taubat

Ibadah tidak cukup semangat, tapi harus benar dan sesuai tuntunan. Kita memohon petunjuk seperti Nabi Ibrahim: “Tunjukkanlah kepada kami cara manasik (ibadah haji), dan terimalah tobat kami…”

Karena kita semua manusia yang tak luput dari kesalahan.

Baca Juga: Naskah Khotbah Jumat : Menghidupkan Nilai Kurban dan Haji dalam Kehidupan Sehari-hari


Penutup

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Mari kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Mari kita perbaiki amal kita: mulai dari niat, cara, dan penutupnya dengan doa. Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni kekurangan kita, dan menjadikan kita serta anak keturunan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tunduk dan taat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Naskah Khotbah Jumat #nabi ibrahim #Nabi Ismail #perbuatan baik #amal saleh