SOLOBALAPAN.COM - Bulan Dzulhijjah akan segera berakhir dan mengantarkan kita ke bulan Muharam—yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan nama bulan Suro.
Bagi masyarakat Jawa, Suro adalah bulan yang sangat sakral. Salah satu malam paling dihormati adalah malam 1 Suro, yang dipercaya menandai saat ketika batas antara dunia nyata dan dunia gaib sangat tipis.
Baca Juga: Penampakan Ular Hitam dan Kutukan Batu Bata di Tembok Gaib Keraton Kartasura
Pada malam ini, roh leluhur dan makhluk tak kasat mata dipercaya berkeliaran lebih bebas. Karena itu, keluar rumah tanpa keperluan penting diyakini dapat mendatangkan kesialan dan gangguan gaib.
Tahun ini, malam 1 Suro jatuh pada Kamis malam, tanggal 26 Juni 2025, yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon—kombinasi dua peristiwa spiritual ini menciptakan momen yang dianggap sangat keramat dalam kalender Jawa, yakni 1 Suro 1959 DAL (Dal berarti Rasi Dalwông).
Baca Juga: Kenapa Kasus Jatuhnya Juliana Marins di Jurang Rinjani Jadi Sorotan Dunia? Ini Faktanya
**Makna spiritual 1 Suro:
-
Eling lan Waspada – mengingat Tuhan dan kewaspadaan terhadap duniaiah.
-
Waktu yang tepat untuk refleksi, introspeksi, doa, atau meditasi dari dalam rumah.**
Secara historis, tradisi 1 Suro telah dijalankan sejak zaman Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung (awal abad ke-17).
Baca Juga: Kenapa Nikita Mirzani Ngamuk saat Digiring Petugas Kejaksaan? Mantan Staf Ahli Kapolri Bilang Begini
Pada masa itu, ritual dan kesakralan bulan Suro dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan rakyat serta menanamkan rasa spiritualitas dalam masyarakat.
Jadi, meski ada elemen mitologis, tradisi ini sejatinya adalah warisan budaya dan spiritual yang dijalani turun-temurun—nilai-nilai yang sangat patut untuk dijaga dan dilestarikan. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto