SOLOBALAPAN.COM - Lagu Ibu Kita Kartini merupakan salah satu lagu nasional yang kerap dinyanyikan saat peringatan Hari Kartini pada 21 April.
Lagu ini tidak sekadar pujian, tapi menyimpan makna mendalam tentang perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.
Dilansir dari jawapos.com, lagu ini digubah oleh Wage Rudolf Supratman pada saat Kongres Wanita Indonesia yang digelar pada 22–25 Desember 1928.
Baca Juga: Detik-detik Penangkapan Begal Payudara di Jagalan Solo, Pelaku Dapat Salam Olah Raga dari Warga
Pada kongres tersebut, perhatian banyak tertuju pada buku berjudul Door Duisternis tot Licht atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang.
Buku ini berisi kumpulan surat-surat Kartini yang disusun oleh J.H. Abendanon dan menggambarkan gagasan besar Kartini tentang pendidikan, kesetaraan, dan kebebasan perempuan.
WR Supratman yang turut hadir kala itu terinspirasi setelah membaca buku tersebut, lalu menciptakan lagu Ibu Kita Kartini untuk mengenalkan sosok Kartini sebagai tokoh nasional yang memperjuangkan kemajuan perempuan di tengah keterbatasan zaman.
Awalnya lagu ini diberi judul Raden Adjeng Kartini, dan baru diakui secara resmi sebagai lagu pujian bagi wanita Indonesia dalam Kongres Wanita Indonesia II pada 28–31 Desember 1929.
Namun, seiring berjalannya waktu, judul lagu diubah menjadi Ibu Kita Kartini agar terdengar lebih akrab dan tidak menimbulkan kesan feodal.
Sebagai warga Indonesia, mengenal dan menghafal lagu ini menjadi bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan R.A. Kartini. Berikut lirik lengkap lagu Ibu Kita Kartini:
Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
Lagu ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Kartini telah membuka jalan, kini giliran kita melanjutkannya.
Editor : Nindia Aprilia