Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kisah Mistis Penunggu PG Gondang Winangoen, Tempat Syuting Film Horor 'Pabrik Gula' yang Bikin Merinding

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 8 April 2025 | 04:05 WIB
Poster film horor Pabrik Gula.
Poster film horor Pabrik Gula.

SOLOBALAPAN.COM - Film horor Indonesia terbaru berjudul Pabrik Gula berhasil menarik perhatian penonton dengan atmosfer menyeramkan yang terasa sangat nyata.

Selain karena jalan ceritanya yang mencekam, faktor lain yang memperkuat nuansa horor dalam film ini adalah lokasi syutingnya yang benar-benar otentik.

Banyak yang penasaran, di mana sebenarnya film ini direkam?

Jawabannya adalah dua pabrik gula tua di Indonesia yang kini telah berhenti beroperasi.

Pertama, Pabrik Gula Gondang Winangoen di Klaten, Jawa Tengah, dan yang kedua adalah sebuah pabrik tua yang berada di kawasan Cirebon, Jawa Barat.

Kedua tempat ini dianggap mampu menghadirkan nuansa mistis yang kuat, sesuai dengan suasana kelam yang diusung dalam film.

PG Gondang Winangoen, Jejak Sejarah dan Aura Mistis

Salah satu lokasi utama pengambilan gambar adalah Pabrik Gula Gondang Winangoen yang berada di Klaten, Jawa Tengah.

Pabrik ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.

Didirikan pada tahun 1860 oleh perusahaan NV Klattensche Cultuur Maatschappij, pabrik ini dulunya bernama Suikerfabriek Gondang Winangoen dan berkembang pesat menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Pulau Jawa.

Pada masa jayanya antara tahun 1889 hingga 1925, luas perkebunan tebu milik pabrik ini meningkat drastis dari 207 hektar menjadi 852 hektar.

Namun, masa kejayaan itu berakhir seiring dengan pergantian kekuasaan.

Saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942–1945, pabrik ini diambil alih, dan setelah Indonesia merdeka, pengelolaan berpindah ke tangan pemerintah Indonesia melalui BPPGN.

Pada tahun 1957, namanya resmi berubah menjadi PG Gondang Baru.

Pabrik ini resmi berhenti beroperasi pada tahun 2017.

Meski sudah tidak lagi memproduksi gula, bangunannya tetap dilestarikan dan kini difungsikan sebagai tempat agrowisata dengan konsep edukasi.

Namun, nuansa bangunan tua yang kusam, lorong-lorong gelap, dan mesin-mesin raksasa yang dibiarkan terbengkalai menambah kesan horor yang kuat.

Tak heran jika tempat ini dianggap sangat cocok sebagai lokasi syuting film horor.

Cerita Mistis yang Tak Pernah Hilang

Tak hanya menyimpan sejarah panjang, PG Gondang Baru juga menyimpan banyak cerita mistis yang berkembang di kalangan warga sekitar maupun pengunjung.

Berbagai penampakan makhluk gaib sering dikaitkan dengan tempat ini, mulai dari sosok pria Belanda berseragam militer, noni-noni Eropa, hingga bayangan hitam besar menyerupai genderuwo.

Ada juga cerita tentang makhluk tak utuh yang menampakkan diri di lorong-lorong pabrik.

Fenomena supranatural lainnya yang sering terdengar adalah suara mesin pabrik yang menyala sendiri di malam hari, jeritan minta tolong, rintihan kesakitan, bahkan suara tangisan lirih dari dalam ruangan-ruangan kosong.

Beberapa pengunjung bahkan mengaku pernah melihat mesin penggiling tebu berputar tanpa sebab.

Semua kisah ini semakin memperkuat reputasi pabrik sebagai tempat yang angker.

Realitas yang Menyatu dengan Imajinasi

Pemilihan lokasi syuting di tempat yang memiliki sejarah dan kisah mistis nyata seperti PG Gondang Winangoen membawa nilai lebih pada film Pabrik Gula.

Tak hanya menambah kedalaman suasana cerita, lokasi ini juga memberikan pengalaman sinematik yang lebih hidup dan mengena.

Fakta bahwa film ini mengambil gambar di tempat yang benar-benar dianggap angker menjadikan ketegangan yang dirasakan penonton terasa lebih otentik.

Bisa dibilang, horor dalam film ini bukan hanya berasal dari skenario, tapi juga dari realitas lokasi yang penuh misteri. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pabrik gula #Syuting #PG Gondang Winangoen #film horor #kisah mistis