SOLOBALAPAN.COM - Katabunyi Forum 2024 kembali hadir sebagai ruang eksplorasi bagi komposer muda Indonesia untuk memperkaya literasi musik sekaligus mengasah keterampilan penciptaan karya.
Forum yang digelar selama empat hari (4-7/12) ini diinisiasi oleh Kandhang Art Hybrid Space. Puncaknya Panggung Katabunyi di Teater Besar Gendhon Humardani ISI Solo, Sabtu (7/12).
Mengusung tema "Membaca Visi Artistik Musik Populer di Tengah Budaya Kontemporer", Katabunyi Forum menampilkan nama-nama seperti Raja Kirik yang dikenal memadukan aspek populer dan eksplorasi konseptual dalam karya musiknya.
“Kami ingin audiens tak hanya menikmati musik, tetapi juga memahami kedalaman di baliknya. Literasi musik adalah kunci untuk memperkuat apresiasi masyarakat,” tegas Direktur Kandhang Art Hybrid Space Joko S. Gombloh.
Gombloh menjelaskan, forum ini dirancang untuk mengisi kekosongan dalam apresiasi musik yang lebih mendalam.
“Musik sering kali hanya menjadi konsumsi pendengaran. Namun, diskusi tentang bagaimana karya musik itu tercipta, pesan yang ingin disampaikan, hingga proses kreatif di baliknya sering terabaikan,” katanya.
Sebanyak 15 komposer muda terpilih dari berbagai daerah, seperti Medan, Padang Panjang, Bandung, Jakarta, Samarinda, dan Bali akan berpartisipasi.
Pemilihan peserta dilakukan berdasarkan portofolio karya dengan mempertimbangkan keberagaman gaya dan latar belakang.
“Kami juga memastikan keterwakilan komposer perempuan dalam forum ini,” tambahnya.
Program unggulan seperti Forum Dramaturg Musik dan Forum Produksi Musik akan digelar Rabu (4/12).
Forum Dramaturg membahas proses kreatif komposer sedangkan Forum Produksi Musik menghadirkan produser musik untuk mendiskusikan seluk-beluk produksi.
Baca Juga: Makam Nyi Ageng Karang: Jejak Heroisme Sang Pejuang dan Magnet Spiritual Pejabat
Forum ini menjadi wadah dialog antara komposer dan audiens, membuka ruang bagi diskusi estetika yang jarang terjadi.
Forum ini memperkenalkan program baru, yaitu kamp penulisan musik. Dalam program ini, penulis musik diundang untuk memproduksi naskah kritik dan ulasan berdasarkan karya-karya para peserta.
Selain itu, pembekalan intensif komposer terkait strategi penciptaan musik, metode penggalian ide, hingga manajemen produksi musik.
Kamp Penulis Musik dan Kamp Komposer digelar pada 5-6 Desember. (zia)
Editor : Nindia Aprilia