Melansir dari Radar Semarang Sutrismiati (53), pemilik warung yang telah berjualan di dekat Tanjakan Silayur selama lima tahun, mengungkapkan bahwa tanjakan tersebut memiliki sejarah kelam yang membuatnya dianggap angker oleh masyarakat.
"Iya betul, dulu ada pembunuhan yang korbannya dimutilasi. Makanya hantunya nggak punya kepala. Kejadiannya sudah lama sekali," ujarnya.
Warga menyebut sosok tak berkepala sering terlihat di pohon beringin yang berada di sekitar tanjakan.
Penampakan ini diyakini sebagai arwah penasaran dari korban pembunuhan yang tidak tenang.
Selain cerita mistis, tanjakan ini juga memiliki catatan hitam sebagai lokasi seringnya terjadi kecelakaan.
Kamis (21/11/2024), sebuah truk bermuatan aki mengalami rem blong di turunan Jalan Prof. Hamka, menyebabkan kecelakaan tragis yang menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya.
"Tadi ada suara brak secara beruntun, setelah saya lihat truk menabrak beberapa kendaraan dan sudah nyungsep menabrak ruko," kata Ibnu, salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut dikutip dari Radar Semarang.
Bagi sebagian warga, kecelakaan yang terjadi di tanjakan ini bukan hanya karena faktor teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh aura mistis di sekitarnya.
Sosok di pohon beringin kerap dianggap sebagai penyebab “gangguan” bagi pengendara yang melintas.
Baca Juga: Persiapan Hari Guru Nasional 25 November 2024! Ini Lirik Lagu Himne Guru, Buruan Hafalkan Biar Gak Kelupaan!
Namun, tidak semua warga percaya pada cerita mistis ini. Pasalnya kecelakaan tersebut bisa saja terjadi karena kondisi jalan yang saat itu licin.
Meskipun kisah mistis menjadi bagian dari cerita di Tanjakan Silayur, warga tetap berharap pengendara lebih waspada saat melintasi lokasi ini.
Dalam keterangannya Ia menyebutkan ada beberapa sosok yang pernah muncul di lokasi Tanjakan Silayur tersebut.
Mulai dari pocong, sosok tinggi besar hingga pernah juga muncul perempuan berambut panjang di lokasi tersebut.
“Sosok yang pernah saya lihat itu perempuan tinggi, berbaju putih, rambutnya panjang seperti sundel bolong,” lanjutnya. (nda)