Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Wow! Hima Seni Karawitan ISI Solo Berhasil Suguhkan Karya Musik yang Memukau, Ratusan Penonton Hadir di eater Besar Gendhon Humardani!

Fauziah Akmal • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 21:02 WIB
Pertunjukan Dapoer Boenyi Hima Prodi Seni Karawitan ISI Surakarta pada Jumat (4/10/24).
Pertunjukan Dapoer Boenyi Hima Prodi Seni Karawitan ISI Surakarta pada Jumat (4/10/24).

SOLOBALAPAN.COM - Ajang "Dapoer Boenyi" menjadi salah satu pementasan Himpunan Mahasiswa Progran Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo pada Jumat malam (4/10).

Pementasan ini dilaksanakan di Teater Besar Gendhon Humardani dan di saksikan oleh ratusan penonton.

Komposisi musik yang unik dari paduan alat musik seperti cak, cuk, flute, bass, konghayan, dan babano menjadi sajian musik pembuka Dapoer Boenyi malam ini.

Elemen bunyi, ritme, dan melodi yang berpadu dengan apik ini merupakan karya komposer Muhammad Zain Dzaky Amas.

Zain menjelaskan, karya yang berjudul Ruang Gantung itu merupakan hasil eksplorasinya terhadap frasa gantung.

"Karya ini tidak lepas dari latar belakang saya sebagai praktisi karawitan sekaligus praktisi keroncong. Untuk pemilihan alat musik karena cukup penghayatan. Menurut saya ketika saya memakai instrumen tersebut itu lebih fleksibel ketika proses bisa di mana saja tanpa butuh ruang dan tanpa alat yang berat-berat," jelasnya.

 

Zain menjelaskan, karya ini merupakan bentuk upayanya dalam menjaga dan merawat tradisi dengan cara menciptakan sebuah komposisi musik yang baru dengan menggunakan objek yang ada di Indonesia baik modern maupun tradisional.

Selain Ruang Gantung, terdapat empat sajian musik lain. Yakni sajian Penghujung Barat Indonesia yang dikomposeri oleh Galih Wisnu Kesowo.

Kemudian karya berjudul Padhang Mbulan dengan komposer Muhammad Yofan Firnanda dan Pattasi karya Silvester Ibnu Sadewa.

Ditutup sajian akhir berjudul Gandang Ceklek'an karya komposer Panji Bagaskoro.

Baca Juga: Pengunjung Upacara Grebeg Maulid di Solo Membludak! Gunungan Ludes Tak Tersisa Sebelum Selesai Didoakan!

Meskipun sajian musik ini karya mahasiswa Seni Karawitan, tetapi para penampil berasal dari berbagai prodi di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.

Lima sajian musik ini pun berhasil memantik diskusi dengan para penonton yang memenuhi teater besar ISI Surakarta.

Tidak hanya penonton dalam negeri tetapi juga penonton dari mancanegara seperti Polandia dan Meksiko.

Sementara itu, Ketua Panitia Dapoer Boenyi 2024 Ibnu Fajarrudin menjelaskan, kegiatan ini menjadi tempat proses kreatif mahasiswa dalam mengolah karya musik agar tercipta karya yang luar biasa.

Ketua Prodi Seni Karawitan Darno menambahkan, Dapoer Boenyi sebagai wadah berkreasi dalam mengelola bunyi-bunyi yang berserakan untuk dikemas dengan konsep tertentu.

"Diharapkan pada 2025 warna pergelaran tidak hanya satu warna tetapi banyak warna karena karawitan sangat beragam. Bagi mahasiswa silakan ruang dan celah di kampus diisi untuk perwujudan sikap kreatif yang bebas. Kerja sama ini tentu sebuah keniscayaan untuk mewujudkan karya inovatif. Semoga menginspirasi dan menghibur semua," papar Darno dalam sambutannya. (zia)

Baca Juga: Lagi Mau Nonton Wayang Orang Sriwedari di Bulan September 2024? Yuk Simak Lakon Apa Aja yang Lagi Dimainkan, Ada Boma Reca!

Editor : Nindia Aprilia
#Dapoer Boenyi 2024 isi surakarta #musik #ISI Solo #HIMA