Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pengunjung Upacara Grebeg Maulid di Solo Membludak! Gunungan Ludes Tak Tersisa Sebelum Selesai Didoakan!

Silvester Kurniawan • Senin, 16 September 2024 | 23:20 WIB
Pengunjung Membludak, Gunungan Ludes Sebelum Rampung Didoakan
Pengunjung Membludak, Gunungan Ludes Sebelum Rampung Didoakan

SOLOBALAPAN.COM – Kota Solo dikenal dengan beragam warisan, baik itu wisata, kuliner hingga budaya yang melekat di kalangan wisatawan.

Salah satu event budaya yang belakangan ini digelar di Kota Solo adalah Upacara memeperingati Maulud Nabi.

Upacara adat Grebeg Maulud (memperingati Maulid Nabi  Muhammad SAW) yang ditandai dengan keluarnya Dua Pasang Gunungan Jaler dan Setri dipadati banyak penonton.

Banyaknya penonton yang datang bersamaan momen libur panjang itu membuat gunungan itu ludes bahkan sesaat sebelum rampung didoakan.

Salah satu pengunjung Masjid Agung Surakarta, Bagus, 36 mengaku sengaja mampir untuk menyaksikan Gunungan Sekaten pada Senin (16/9) itu.

Ia dan keluarga besarnya sudah sejak pagi berada di sekitaran kawasan Masjid Agung Surakarta agar bisa menyaksikan langsung tradisi adat yang diperingati setiap tahunnya itu.

 

“Kebetulan libur panjang ini sama keluarga dari Semarang sengaja liburan ke Solo untuk kumpul bareng keluarga. Awalnya rencana balik ke Semarang mau Minggu (15/9) malam kemarin, tapi karena dengar ada gunungan kami sempatkan dulu untuk ke sini,” warga Gunung Pati, Semarang itu.

Meski cuaca cukup terik siang itu, para pengunjung mengaku betah berlama-lama untuk menunggu gunungan yang akan diperebutkan di halaman Masjid Agung itu.

Benar saja, gunungan yang biasanya tiba sekitar pukul 10.00 WIB baru terlihat pada pukul 11.00 WIB.

 

Baca Juga: Siapa Anindya Bakrie? Sosok Viral di X yang Ditetapkan Sebagai Kadin Indonesia Menggantikan Arsjad Rasjid, Begini Profil Lengkapnya!

Kedati demikian tak seorang pun beranjak dari pusat keramaian yang ada di depan pintu masuk Masjid Agung Surakarta itu.

“Kami dari Blitar (Jawa Timur, Red) sengaja datang bareng keluarga untuk mencari berkah di grebeg ini,” papar Rusmiyati, salah seorang pengunjung lainnya.

Rombongan Grebeg Maulud dengan dua pasang gunungan itu dipimpin oleh Mantu Dalem (menantu PB XIII, Red) KRA Rizki Baruna Aji Diningrat.

Utusan raja yang diikuti oleh sentana dan abdi dalem semula berencana mengelar wilujengan (ritual doa) sebelum sepasang gununga itu diserahkan pada warga untuk diperebutkan.

Sayang sebelum doa dipanjatkan dan prosesi adat rampung, gunungan itu langsung habis diserbu warga.

“Ini adalah Pareden Garebeg Maulud Je 1958 yang diantarkan ke Masjid Agung Surakarta berjalan dengan lancar, masyarakat juga antusias menyambut. Semoga ini jadi berkah untuk warga Solo dan sekitarnya juga di Indonesia."ucap KP Haryo Raditya Lintang Sasongko, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam menggelar rangkauan Grebeg Maulud atas perintah SISKS PB XIII Hangabehi itu.

Selain itu Ia juga menurturtkan harapannya untuk Kota Solo agar menjadi pusat budaya jawa di Indonesia.

Hal ini menjadi bentuk rasa cintanya seorang raja melalui Umbo Rampe yang terus dilestarikan sampai saat ini.(ves)

Ratusan pengunjung menikmati pantai wisata Kenjeran Surabaya. (LAMBERTUS HUREK/RADAR SURABAYA)
Ratusan pengunjung menikmati pantai wisata Kenjeran Surabaya. (LAMBERTUS HUREK/RADAR SURABAYA)
Editor : Nindia Aprilia
#gunungan #upacara #wisatawan #grebeg maulid #solo