Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kisah Misteri Dibalik Lumbung Silayur di Sukoharjo! Konon Miliki Kerajaan Ular yang Muncul di Bulan Sura!

Iwan Kawul • Jumat, 6 September 2024 | 23:51 WIB
Lumbung Silayur Kerajaan Ular, Biasa Menampakan Diri Saat Bulan Sura.
Lumbung Silayur Kerajaan Ular, Biasa Menampakan Diri Saat Bulan Sura.

SOLOBALAPAN.COM - Lumbung Silayur adalah sebuah dukuh di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, yang memiliki sejarah panjang dan nuansa mistis yang kental.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut oleh gapura megah yang dihiasi dengan fragmen dua naga bermahkota.

Kedua ekor naga tersebut melilit simbol Keraton Kasunanan Surakarta. Bukan tanpa alasan, desain gapura ini mencerminkan hubungan historis Lumbung Silayur dengan keraton.

Menurut tokoh pemuda Sukoharjo, Prancisca Ridjan, yang lebih dikenal dengan panggilan Ghembor, Lumbung Silayur pada zaman dahulu adalah lahan persawahan.

Di sinilah terdapat lumbung besar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan untuk keperluan Keraton Surakarta.

"Dulu, lumbung ini sangat penting untuk menyimpan bahan pangan bagi keraton," jelas Ghembor.

Kini, di kawasan Lumbung Silayur telah banyak berdiri pabrik dan perumahan, namun jejak sejarah dan mitos tempat ini masih kuat.

 

Salah satu tanda peninggalan masa lalu adalah sebuah pondok atau pos ronda yang dibangun di bekas lokasi lumbung, dengan pohon beringin besar yang berdiri kokoh di sana.

Meski modernisasi telah masuk, aura mistis tempat ini terasa sangat kental, terutama saat malam hari.

Warga setempat, termasuk anak-anak, sering merasa takut melintasi daerah ini menjelang petang karena nuansa angker yang masih terasa.

Baca Juga: 8 Mitos yang Dikaitkan dengan Ibu Hamil! Mulai Dari Menghindari Pemakaman hingga Larangan Potong Rambut!

Menurut cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, Lumbung Silayur diyakini sebagai "kerajaan ular."

Ghembor menambahkan bahwa pada bulan-bulan tertentu, terutama bulan Sura dalam penanggalan Jawa, banyak orang yang datang untuk melakukan tirakat atau semedi di tempat ini.

Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan mistis yang menghuni kawasan tersebut.

"Mitosnya, tempat ini merupakan kerajaan ular. Saat bulan Sura, banyak orang yang tirakat di sini," ujar Ghembor.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa orang yang melakukan tirakat mengaku pernah bertemu dengan sosok ular besar.

Meski demikian, tradisi tirakat ini biasanya hanya ramai pada bulan Sura, sementara di bulan-bulan biasa suasana lebih sepi.

"Kalau malam hari, suasananya sangat gelap dan angker. Mitos kerajaan ular masih sangat hidup di benak masyarakat," pungkas Ghembor. (kwl)

Editor : Nindia Aprilia
#kerajaan ular #sukoharjo #Lumbung Silayur #misteri #Bulan Sura