SOLOBALAPAN.COM - Sendang Betong, yang terletak di Dukuh Betong, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, dikenal oleh masyarakat setempat sebagai situs alam dengan berbagai keanehan yang sulit dijelaskan secara ilmiah.
Sendang ini bukan hanya menjadi sumber air bersih bagi warga, tetapi juga menyimpan berbagai cerita mistis yang telah diwariskan turun-temurun.
Misteri Sendang Terhubung dengan Lokasi Jauh
Salah satu keunikan Sendang Betong adalah kepercayaan bahwa sendang ini terhubung dengan tempat lain yang berjarak sekitar 2,5 kilometer, yakni sebelah utara objek wisata Pemandian Air Panas Bayanan.
Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa barang-barang yang jatuh ke dalam sendang akan muncul di lokasi lain tersebut, sebuah fenomena yang dianggap terkait dengan adanya sungai bawah tanah yang menghubungkan kedua tempat tersebut.
Kusmanto, seorang sesepuh desa sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jambeyan, mengaitkan fenomena ini dengan aliran sungai bawah tanah yang melintas di bawah desa.
Menurutnya, aliran air dari sendang tersebut sangat melimpah, dan kemungkinan besar mengalir hingga Bayanan.
Batu Tak Terpindahkan: Pertanda Kegaiban Sendang
Selain mitos sungai bawah tanah, keanehan lain terjadi saat proses pembangunan infrastruktur di sekitar Sendang Betong.
Dalam upaya untuk memperbesar tampungan air, para pekerja menemukan sebuah batu besar yang tidak bisa dipindahkan, bahkan dengan alat berat.
Batu yang berukuran 1,5 meter panjang, 60 cm lebar, dan 70 cm tinggi ini tetap berada di tempatnya meskipun sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengangkatnya.
Kejadian ini semakin menguatkan keyakinan warga akan aura mistis yang menyelimuti sendang tersebut.
Keangkeran dan Keberkahan Sendang Betong
Selain kisah batu yang tidak bisa dipindahkan, sendang ini juga dikelilingi oleh pohon-pohon tua seperti gayam, sepreh, dan beringin, yang menambah kesan angker pada tempat tersebut.
Meski memiliki suasana yang wingit, sendang ini tetap menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar, yang memanfaatkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Menariknya, air yang keluar dari Sendang Betong tidak hanya melimpah, tetapi juga sangat jernih dan segar hingga tidak memerlukan proses perebusan sebelum diminum.
Namun, di masa lalu, kelebihan air dari sendang ini justru menimbulkan ketakutan, sehingga sesepuh desa memutuskan untuk menutup sebagian sumber dengan ijuk dan batu agar alirannya terkendali. (din)
Editor : Nindia Aprilia