Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Wow! Klaten Berhasil Pecahkan MURI! Ribuan Penari Datang untuk Meriahkan Kirab Ageng Merti Bumi Merapi, Ini Penjelasannya!

Angga Purenda • Senin, 29 Juli 2024 | 22:51 WIB
Ribuan penari tampil dalam Kirab Ageng Merti Bumi Merapi di Lapangan Bumijo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, pada Minggu (28/7).
Ribuan penari tampil dalam Kirab Ageng Merti Bumi Merapi di Lapangan Bumijo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, pada Minggu (28/7).

SOLOBALAPAN.COM - Lapangan Bumijo di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, dipenuhi ribuan penari dalam Kirab Ageng Merti Bumi Merapi pada Minggu (28/7).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-220 Klaten dan menjadi simbol syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah hasil bumi dan keselamatan yang diberikan, terutama bagi mereka yang hidup di sekitar Gunung Merapi.

Kirab dimulai dengan iring-iringan gunungan hasil bumi dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Kemalang.

Setelah doa bersama, warga bersemangat memperebutkan hasil bumi yang telah diarak sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur.

Puncak acara adalah penampilan tari kolosal Baru Klinting yang melibatkan 1.428 penari dari berbagai usia.

Tarian ini sukses mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai tarian kolosal dengan jumlah penari terbanyak.

 

Bupati Klaten, Sri Mulyani, hadir dalam acara tersebut dan menyatakan kekagumannya terhadap semangat masyarakat dalam melestarikan seni budaya.

"Saya sangat kagum dengan semangat para pegiat seni di Kemalang. Pencapaian rekor MURI ini adalah bukti nyata semangat masyarakat dalam melestarikan seni budaya kita," ujar Sri Mulyani.

Ketua Panitia Kirab Ageng Merti Bumi Merapi, Drajat Setiaji, menjelaskan bahwa acara ini adalah bentuk syukur warga Kemalang atas karunia alam dari Gunung Merapi yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

 

Baca Juga: Nikita Mirzani Buka Suara Soal Hubungan Asmara El Rumi dan Syifa Hadju: Hei Netizen, Stop Jodohin Anak Orang!

"Kirab ini adalah persembahan rasa syukur masyarakat Kemalang. Mereka menggantungkan hidup pada hasil bumi Merapi, sehingga kirab ini menjadi simbol rasa syukur yang mendalam," kata Drajat.

Marsudi, seorang seniman asal Kemalang, menambahkan bahwa para penari yang terlibat dalam tarian Baru Klinting berasal dari kelompok seni kuda lumping di Kemalang dan sekolah-sekolah di lereng Merapi.

Acara ini juga menjadi ajang pengukuhan komunitas jathilan atau kuda lumping dalam satu wadah Paguyuban Seni Jathilan Kemalang.

Kirab Ageng Merti Bumi Merapi bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga hiburan yang dinikmati oleh masyarakat luas.

Acara ini menunjukkan bagaimana tradisi dan seni bisa menjadi perekat yang kuat bagi masyarakat. (ren)

Editor : Nindia Aprilia
#Kirab Ageng Merti Bumi Merapi #simbol #klaten #penari #warga