Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tembang Jawa: Menggali Arti dan Pesan Moral di Balik Tembang Dolanan Jaranan yang Merupakan Salah Satu Permainan Tradisional Jawa!

Nindia Aprilia • Minggu, 9 Juni 2024 | 03:00 WIB
Dua tokoh wayang yang menggambarkan peperangan menuruti hawa nafsu angkara murka.
Dua tokoh wayang yang menggambarkan peperangan menuruti hawa nafsu angkara murka.

SOLOBALAPAN.COM - Tembang dolanan merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.

Jenis tembang ini biasanya dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain dan berfungsi sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran, salah satu contohnya adalah tembang dolanan Jaranan.

Dikutip dari jurnal yang berjudul "Studi Deskriptif Isi Pesan Moral Pada Lirik Lagu Dolanan Khas Jawa” karya Suyanti, dkk, tembang dolanan Jaranan adalah sebuah lagu tradisional yang sering dinyanyikan bersamaan dengan tarian yang dilakukan oleh anak-anak.

Jaranan bercerita tentang permainan tradisional anak-anak yang menirukan gerakan kuda. Selain memberikan kesenangan, tembang dolanan Jaranan juga mengandung nilai-nilai moral dan sosial yang penting

Dalam permainan tradisional ini, anak-anak membawa peraga berbentuk kuda yang terbuat dari bambu yang dirajut dengan indah seolah-olah menunggang kuda sungguhan hingga dapat menghidupkan suasana dengan gerakan dan musik khas.

Dengan irama yang menghentak dan lirik yang sederhana, lagu jaranan mengajak anak-anak untuk bergembira sambil bergerak bersama, menciptakan sebuah pengalaman yang memadukan seni, musik, dan gerak tubuh.

Permainan ini tidak hanya menampilkan keterampilan seni dan budaya, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

Berikut adalah lirik dari tembang dolanan Jaranan beserta makna yang terkandung di dalamnya.

Jaranan... Jaranan, Jarane jaran teji
Sing numpak ndoro Bei
Sing nggiring poro abdi
Jrek jrek nong, jrek jrek gung
Jrek jrek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher

Artinya:

Baca Juga: Lagi Mau Nonton Wayang Orang Sriwedari di Bulan Juni 2024? Yuk Simak Lakon Apa Aja yang Lagi Dimainkan, Ada Lamunan!

Berkuda berkuda kudanya tinggi besar
Yang naik tuan Bei
Yang menggiring para bawahan
Jrek jrek nong, jrek jrek gung
Jrek jrek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher

Pesan moral yang terdapat dalam tembang dolanan ini adalah pentingnya kita menghargai orang-orang yang lebih tua, para pemimpin, serta mereka yang memiliki posisi atau jabatan.

Tembang ini mengingatkan kita bahwa sikap hormat dan penghargaan terhadap orang lain, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab dan pengalaman lebih, merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Menghormati orang yang lebih tua bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga pengakuan atas pengalaman dan kebijaksanaan mereka.

Demikian pula, menghormati pemimpin dan orang-orang yang menjabat menunjukkan pengertian kita tentang pentingnya peran mereka dalam memelihara ketertiban dan kesejahteraan bersama.

Maka dari itu, tembang ini mengajarkan kita tentang pentingnya sikap hormat dan menghargai hierarki dalam masyarakat.

Lirik lagu "Sing numpak ndoro Bei" mengandung makna bahwa "ndoro bei" merujuk pada seseorang yang memiliki kekuasaan atau otoritas lebih tinggi.

Frasa ini mencerminkan hierarki kekuasaan yang ada dalam masyarakat, dimana "ndoro bei" adalah simbol dari sosok yang berpengaruh dan memiliki posisi yang dihormati.

Selain itu, kuda juga diidentifikasi sebagai hewan yang gigih dan berani. Karakteristik ini mencerminkan betapa pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberanian dan semangat juang yang dimiliki kuda mengajarkan kita tentang pentingnya menghadapi tantangan dengan tekad yang kuat.

Tak kalah pentingnya, nilai kejujuran yang digambarkan melalui sosok kuda menjadi teladan dalam menjalani kehidupan dengan integritas.

Itulah sedikit penjelasan tentang makna dari tembang dolanan Jaranan. Semoga dapat menambah ilmu dan wawasan kalian ya. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Tembang Jawa #Tembang Dolanan #jawa #jaranan #arti