Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tembang Jawa: Mengenal Kidang Talun, Salah Satu Tembang Dolanan Masyarakat Jawa yang Sederhana Namun Kaya Akan Makna!

Nindia Aprilia • Senin, 3 Juni 2024 | 22:43 WIB
Ilustrasi Kijang yang digunakan sebagai nama tembang dolanan Kidang Talun.
Ilustrasi Kijang yang digunakan sebagai nama tembang dolanan Kidang Talun.

SOLOBALAPAN.COM - Tembang dolanan Jawa merupakan salah satu kekayaan budaya yang mencerminkan kearifan lokal serta kreativitas masyarakat Jawa.

Dalam setiap baitnya, tersimpan cerita dan nasihat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Hal itulah yang menjadikan tembang dolanan sebagai warisan budaya tak ternilai hingga perlu dilestarikan di tengah arus modernisasi seperti ini.

Salah satu tembang dolanan yang liriknya sederhana namun terdapat makna mendalam di dalamnya adalah Kidang Talun.

Dikutip dari jurnal yang berjudul "Studi Deskriptif Isi Pesan Moral Pada Lirik Lagu Dolanan Khas Jawa" karya Suyanti, tembang Kidang Talun diangkat dari nama hewan kijang.

Tembang dolanan Kidang Talun memiliki 3 bait yang setiap baitnya menggunakan nama hewan yang berbeda yakni mengunakan nama kijang, tikus, dan gajah.

Perbedaan nama yang digunakan ternyata berpengaruh pada makna yang terkandung di dalamnya.

Yuk kita simak lirik dari ketiga bait tembang dolanan Kidang Talun dan mari kita bedah maknanya.

Kidang Talun
Mangan Kacang Talun
Mil kecemil, mil kecemil
Si kidang mangan lembayung

Tikus pithi
Duwe anak siji
Cicit cuit, cicit cuit
Maju perang wani mati

Baca Juga: Tembang Jawa: Membedah Makna Lirik Tembang Dolanan Gundul-Gundul Pacul yang Berhubungan Dengan Jiwa Kepemimpinan Masyarakat Jawa!

Gajah belang
Suko tanah mlembang
Nuk legenuk, nuk legenuk
Gedhene meh padha gunung

Artinya:
Kijang talun
Makan kacang talun
Mil ketemil, mil ketemil
Si kijang makan daun lembayung (daun kacang panjang)

Tikus kecil
Punya anak satu
Citcit cuit, cicit cuit
Maju perang berani mengorbankan diri

Gajah belang
Dari tanah seberang
Nuk legenuk, nuk legenuk
Besarnya hampir sama dengan gunung

Pada bait pertama, nilai moral tampak terlihat di baris ketiga dan keempat dengan lirik ''mil kethemil, mil kethemil, si kidang mangan lembayun".

Lirik ini menyampaikan pesan bahwa kita ketika sedang makan sebaiknya dilakukan dengan perlahan dan sedikit demi sedikit.

Dalam lirik tersebut memberikan contoh di mana kijang sedang memakan daun kacang secara perlahan yang menyiratkan bahwa dalam kehidupan kita perlu bersikap sabar dan tidak terburu-buru.

Karena jika kita tidak bersabar dan melakukan sesuatu terburu-buru dapat menimbulkan sikap ceroboh serta kurang berhati-hati sehingga hasil yang didapat tidak memuaskan.

Bait kedua di baris keempat menceritakan tentang tikus kecil yang berani berperang meski sudah memiliki anak.

Ini menggambarkan bahwa meskipun dalam keadaan sulit dan menjadi orang kecil, kita harus tetap berjuang untuk bertahan hidup.

Makna yang bisa diambil adalah meskipun kita berada dalam situasi yang sulit dan merasa tak berdaya, kita harus terus berjuang, bertahan hidup, dan jangan pernah menyerah atau kehilangan harapan.

Baca Juga: Eksplorasi Makna dalam Tembang Macapat Kinanthi: Kekayaan Budaya Jawa yang Abadi

Karena setiap rintangan yang datang akan menjadi pemicu untuk terus berusaha dan menemukan cara-cara baru untuk mengatasinya.

Dengan semangat yang pantang menyerah, kita dapat mengatasi kesulitan dan mencapai kehidupan yang lebih baik.

Di bagian terakhir, bait ketiga pada baris ketiga dan keempat, terdapat kisah mengenai gajah besar yang langkahnya lambat, dengan lirik "nuk legenuk, nuk legenuk, gedhene meh padha gunung."

Pesannya adalah, meskipun kita sudah memiliki rezeki yang cukup banyak atau bahkan berlimpah, kita tetap perlu waspada dan berhati-hati dalam setiap langkah yang kita ambil.

Kekayaan dan kecukupan tidak seharusnya membuat kita lengah atau sombong.

Sebaiknya kesadaran akan pentingnya sikap hati-hati harus tetap ada agar kita bisa terus mempertahankan dan mengelola apa yang telah kita capai dengan bijak.

Sikap ini juga penting untuk menghindari kesalahan yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Jadi pada intinya, tembang dolanan Kidang Talun memiliki makna bahwa kita sebagai manusia harus memiliki sifat yang sabar.

Karena dengan kesabaran, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dengan lebih bijaksana sehingga mampu mencapai tujuan dengan baik.

Selain itu, kita harus memiliki semangat juang yang tinggi ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.

Namun, ketika kesuksesan telah diraih, penting untuk tetap berhati-hati dan rendah hati.

Karena sikap tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai manusia tidak hanya kuat dalam menghadapi tantangan, tetapi juga bijak dalam menikmati keberhasilan. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Tembang Jawa #dolanan #makna #kidang talun