Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tembang Jawa: Mengenal "Menthog-menthog" yang Ternyata Lirik Jenakanya Punya Makna Mendalam! Berikut Penjelasannya

Nindia Aprilia • Sabtu, 1 Juni 2024 | 16:00 WIB
Menthog dan anak-anaknya sedang berjalan.
Menthog dan anak-anaknya sedang berjalan.

SOLOBALAPAN.COM - Tembang dolanan "Menthog Menthog" merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari Jawa.

Lagu ini sering digunakan untuk mengiringi permainan tradisional anak-anak di pedesaan.

Lagu ini juga ada yang diaransemen ulang untuk mengiringi tarian Jawa, baik klasik maupun modern.

Dikutip dari jurnal yang berjudul "Perancangan Animasi Lagu Menthok-Menthok Untuk Anak 10-12 Tahun" karya Ong, dkk, kata menthog diartikan sebagai entog yakni sejenis hewan yang masih satu jenis dengan bebek.

Lirik tembang dolanan "Menthog-menthog" mengandung pesan tentang introspeksi diri.

Sebagai manusia, kita tidak boleh sombong karena segala sesuatu di dunia ini diciptakan oleh Tuhan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kita harus berusaha dan bekerja dengan giat untuk mencukupi kebutuhan hidup, tidak boleh malas, tidak terlalu banyak tidur, dan selalu bersikap baik kepada orang lain.

Karakteristik Menthog dijadikan perumpamaan dalam tembang dolanan ini.

Walaupun dia pemalas, berperilaku buruk, dan gemar tidur, dia tetap memiliki sisi positif yang bermanfaat bagi orang lain yaitu dengan kemampuannya yang menghibur dan membuat orang lain tertawa.

Berikut adalah lirik dari tembang dolanan "Menthog-Menthog" dan artinya serta mari kita bedah makna dari lirik tersebut.

Menthok-menthok, tak kandhani
Mung solahmu angisin-isini
Mbok ya aja ngetok ana kandhang wae
Enak-enak ngorok ora nyambut gawe
Methok-menthok Mung lakumu
Megal-megol dadi guyu

Artinya:

Menthok-menthok saya nasehati
Hanya perilakumu yang memalukan
Jangan hanya diam dan duduk Di kandang saja Enak-enak mendengkur Tidak bekerja
Menthok-menthok Hanya jalanmu
Menggoyangkan pantat membuat orang tertawa

Dikutip dari jurnal "Penanaman Nilai Karakter Melalui Tembang Dolanan Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Reguler" karya Sundari, dkk, pada lirik “Menthok-menthok tak kandani” mengandung makna bahwa manusia sebagai makhluk sosial.

Bermakna bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang berperan memberikan nasihat yang baik, menjadi teladan, dan menanamkan nilai gotong royong.

“Mung solahmu angisin-isini” berarti kita sebagai manusia sebaiknya menghindari tindakan dan sikap yang bisa mempermalukan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Karakter seseorang bisa dilihat dari kesopanannya dalam bertindak dan kesantunannya dalam berbicara.

Lirik “Ana kandhang wae” merujuk pada orang-orang yang jarang keluar rumah dan tidak sering berinteraksi dengan tetangga atau teman.

Diharapkan setiap manusia memiliki nilai karakter gotong royong, memiliki empati, dan keterlibatan sosial yang kuat.

“Enak-enak ngorok, ora nyambut gawe” merujuk pada perilaku seseorang yang enggan belajar dan tidak mau bekerja serta cenderung bermalas-malasan.

Nilai yang terkandung dalam lirik ini adalah kemandirian. Diharapkan manusia memiliki sifat rajin, konsisten dalam belajar, penuh semangat dalam mencari ilmu, tidak bergantung pada orang lain, dan bekerja keras dengan dedikasi penuh untuk mencapai cita-cita.

“Mung lakumu, megal-megol gawe guyu” inti pesan dari lirik ini adalah pentingnya empati terhadap masyarakat sekitar.

Baca Juga: Primbon Jawa: Ternyata Wong Solo yang Lahir di Weton Kamis Pon Punya Sifat Ini! Salah Satunya Tujuan yang Mulia!

Sikap empati yang dimaksud yakni meskipun sebagai manusia memiliki kekurangan, sebaiknya terus berupaya menjadi seseorang yang bermanfaat.

Karena sebaik-baiknya seseorang pasti ada kekurangan, begitupun sebaliknya, seburuk-buruknya seseorang pasti ada kebaikan dalam dirinya. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Tembang Jawa #dolanan #makna #Lirik