Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tembang Jawa: Mendalami Makna Tembang Macapat Pocung yang Berhubungan dengan Kematian Manusia

Nindia Aprilia • Kamis, 30 Mei 2024 | 02:53 WIB
Penggambaran kematian dalam tembang macapat pocung.
Penggambaran kematian dalam tembang macapat pocung.

SOLOBALAPAN.COM - Jawa kaya akan karya sastra yang disebut Macapat. Biasanya, Macapat digunakan sebagai media seni untuk menyampaikan nasihat yang bermakna.

Dalam macapat, terdapat beberapa jenis tembang, dan salah satunya adalah tembang pocung.

Dikutip dari jurnal yang berjudul "Hakikat Hidup Manusia dengan Sesamanya dalam Tembang Macapat" karya A. Novin Budi Rossandy, kata Pocung atau Pucung berakar dari kata 'pocong', yang merujuk pada situasi di mana seseorang yang sudah wafat akan dibalut dengan kain putih atau dipocong sebelum dikebumikan.

Tembang macapat pocong ini menunjukkan sebuah filosofi tentang ritual untuk mengikhlaskan perginya seseorang.

Tembang macapat pucung melambangkan fase terakhir dalam perjalanan hidup manusia, yaitu berada di alam baka.

Istilah pucung atau pocong diartikan sebagai seseorang yang telah meninggal dan berada di kuburan.

Pada fase ini manusia akan kembali kepada Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Tembang macapat Pocung menggambarkan keadaan manusia setelah meninggal (lanjutan dari tembang macapat megatruh), di mana jiwa atau atma akan meninggalkan tubuh atau raga di dunia yang sementara ini.

Raga yang tertinggal akan dirawat sebagaimana mestinya. Jenazahnya akan dimandikan dan kemudian dibungkus dengan kain putih mori (dipocong).

Ada pula yang mengatakan bahwa istilah pucung diambil dari kata kudhuping gegodhongan, yang berarti 'kuncup daun' yang biasanya tampak segar.

Tembang pucung sering kali menceritakan hal-hal lucu atau teka-teki untuk menghibur. Meskipun penuh humor, tembang ini menyampaikan nasihat bijak agar manusia dapat hidup selaras dengan alam, lingkungan, dan Tuhan Sang Pencipta.

Berikut adalah salah satu contoh dari tembang macapat pocung dan artinya.

Angkara gung neng angga anggung gumulung Gegolonganira
Triloka lekeri kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.

Artinya:

Baca Juga: Primbon Jawa: Mengungkap Ramalan Weton Rabu Wage yang Ternyata Punya Sifat Ini! Salah Satunya Irit!

Kejahatan besar di dalam tubuh kuat menggelora
Menyatu dengan diri sendiri
Menjangkau hingga tiga dunia
Jika dibiarkan akan berkembang menjadi bencana

Pesan yang disampaikan pada tembang macapat pocung adalah sebagai manusia kita senantiasa mengingat bahwa manusia pada masanya akan berada pada fase berpulang ke pangkuan Tuhan dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya semasa di dunia.

Itu dia penjelasan tentang makna tembang macapat pocung. Semoga bermanfaat!. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Tembang Jawa #pocung #makna #macapat