Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tembang Jawa: Maskumambang Ternyata Memiliki Makna dan Karakter yang Berkaitan dengan Ibu dan Anak, Ini Penjelasannya!

Nindia Aprilia • Selasa, 28 Mei 2024 | 00:57 WIB
Ilustrasi ibu yang sedang menggandeng anaknya.
Ilustrasi ibu yang sedang menggandeng anaknya.

SOLOBALAPAN.COM - Macapat adalah salah satu karya sastra yang berkembang dan dipelajari oleh masyarakat di Jawa.

Macapat biasanya berfungsi sebagai media kesenian untuk menyampaikan nasehat yang mendalam.

Di dalam macapat terbagi menjadi beberapa jenis tembang, salah satunya adalah tembang macapat maskumambang.

Dikutip dari jurnal "Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutika dan Schleiermacher" karya dari Anarbuka Kukuh Prabawa, dkk, maskumambang berasal dari dua kata yakni "mas" atau "emas" yang berarti perhiasan dan "kumambang" yang berarti terapung

Makna penggabungan dua kata tersebut yang menjadi "maskumambang" adalah sebuah simbol bayi yang ada dalam kandungan seorang ibu.

Maskumambang diinterpretasikan sebagai bayi yang hidup mengambang dalam rahim ibunya selama 9 bulan serta tumbuh dan hidup dalam dunianya yaitu rahim ibunda.

Bayi dianggap sebuah perhiasan yang harus dijaga dan dilindungi serta sangat berharga bagi seorang ibu.

Dalam tembang macapat maskumambang dapat disimbolkan bahwa bayi itu bagaikan kertas yang masih putih bersih.

Kemudian jika ditulisi menggunakan tinta merah maka hasil tulisannya berwarna merah, apabila ditulisi tinta berwarna biru maka hasilnya berwarna biru pula.

Simbol diatas dapat dimaknai bahwa tinta diibaratkan pola asuh dan pola didik orang tua mulai dari bayi yang akan mempengaruhi sifat dan sikap bayi kedepannya.

Maka dari itu pesan untuk orang tua harus pandai dan tepat dalam mendidik anak agar memiliki sifat yang baik, pintar, jujur, dan selalu berada dalam hal kebaikan.

Selain itu makna yang dapat diambil sebagai seorang anak adalah hendaknya kita harus selalu berbakti kepada ibu karena beliau telah melahirkan, merawat, dan mendidik kita sejak kita masih dalam kandungan.

Tembang macapat maskumambang memiliki suasana kesedihan, kegundahan, keresahan, dan welas asih yang menggambarkan perasaan perhatian seorang ibu yang sedang mengandung bayi.

Berikut adalah salah satu contoh cakepan dari tembang macapat maskumambang dalam Serat Wedhatama.

Dhuh anak mas sira wajib angurmati
Marang yayah rena
Aja pisan kumawani
Anyenyamah gawe susah

Dari contoh tembang macapat maskumambang diatas mengajarkan bahwa sebagai seorang anak kita senantiasa harus berbakti dan menghormati kedua orang tua, khususnya ibu.

Karena jika seorang anak berani menentang dan membantah orang tua, maka hal tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kehidupan anak.

Itulah sedikit fakta mengenai makna dan watak dari tembang macapat maskumambang yang berkaitan dengan kehidupan ibu dan anak. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#maskumambang #tembang #makna #jawa