SOLOBALAPAN.COM - Suku Jawa merupakan suku di Indonesia yang memiliki beraneka ragam kebudayaan salah satunya adalah sastra.
Dalam sastra Jawa terdapat tembang yang terbagi menjadi tiga jenis tembang. Tiga jenis tersebut yakni tembang macapat, tembang tengahan, dan tembang gede.
Tembang macapat menjadi salah satu tembang yang paling populer dan paling sering digunakan dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Ada 11 jenis tembang macapat yang memiliki makna dan pesan masing-masing dan kali ini kita akan membahas salah satunya yakni tembang macapat pangkur.
Pangkur berasal dari kata "mungkur" yang berarti pergi atau meninggalkan. Dapat dimaknai kata "pergi" dalam tembang pangkur mencerminkan kebijaksanaan hidup yang mengajarkan untuk menjauhkan diri dari berbagai nafsu dan amarah.
Saat menghadapi hal-hal buruk, manusia sebaiknya menjauh dan meninggalkan keburukan tersebut agar tak terjerumus ke dalamnya.
Dikutip dari jurnal yang berjudul "Analisis Nilai Religiusitas dan Makna dalam Tembang Pangkur" karya Luluk Ainiyah dkk, tembang pangkur adalah sebuah karya sastra yang mengisahkan kehidupan seseorang untuk mengingat masa lalu yang buruk.
Digambarkan kisah tentang seseorang yang telah meninggalkan perbuatan jahat di masa lalunya dan berubah menjadi baik.
Penjelasan yang diberikan oleh tembang pangkur ini ditujukan kepada mereka yang dengan tulus berniat memperbaiki diri dari kesalahan masa lalu.
Secara gampangnya, tembang pangkur menjelaskan manusia yang telah mulai menjalankan kewajiban mendekatkan diri kepada Tuhan dan meninggalkan sifat-sifat buruk sekaligus keserakahan duniawi.
Dari pengertiannya dapat dilihat bahwa tembang pangkur memiliki karakter yang gagah, kuat, serta hati yang tulus tanpa keraguan dalam mengajak atau memperbaiki diri sendiri maupun orang lain untuk mengubah masa lalunya menjadi lebih baik.
Pengertian diatas tak hanya tergambarkan dari nama pangkur saja, melainkan juga berasal dari cakepan atau lirik dari tembang macapatnya.
Berikut adalah salah satu contoh cakepan atau lirik tembang macapat pangkur Serat Wedhatama.
Mingkar mingkuring angkara,
Akarana karanan mardi siwi,
Sinawung resmining kidung,
Namun jika kita sebagai manusia sudah terlanjur melakukan keburukan, kita juga hendaknya memiliki ketulusan hati yang menyadari akan kesalahan yang sudah kita perbuat dan segera memperbaikinya.
Tembang macapat pangkur menjadi media untuk menyampaikan nasehat oleh masyarakat Jawa secara lembut dan penuh kasih sayang.
Itu dia penjelasan makna dan pesan yang terkandung dalam tembang macapat pangkur. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian. (mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia