Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pagelaran Expo dalam HUT ke-44 Dekranas di Solo Berlangsung Meriah, Ada Kerajinan Khas Pulau Dewata dan Banyuwangi yang Unik!

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 17 Mei 2024 | 15:47 WIB
Menilik Kerajinan Khas Pulau Dewata dan Banyuwangi, Bawa Potensi Pernak-Pernik Unggulan Wisata.
Menilik Kerajinan Khas Pulau Dewata dan Banyuwangi, Bawa Potensi Pernak-Pernik Unggulan Wisata.

SOLOBALAPAN.COM - Indonesia memang terkenal dengan berbagai wisata daerahnya yang unggul dan memiliki keunikan atau ciri khas masing-masing.

Salah satunya adalah Pulau Bali yang menjadi destinasi wisatawan untuk berlibur atau bahkan menghabiskan akhir pekan.

Nah, dengan begitu kini Bali terkenal dengan berbagai warisan budaya dan kerajinan kriyanya yang unik dan variatif.

Hal itu seperti terlihat dalam gelaran Expo Dekranas 2024 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Rabu-Sabtu (15-18/5).

Delegasi dekranasda asal Pulau Dewata ini membawa bernagai jenis kerajinan yang menarik perhatian pengunjung.

Ni Luh Ayu Sinta Dewi, salah seorang perwakilan pengrajin asal Bali mengatakan, kerajinan berupa perhiasan khas Bali merupakan salah satu potensi yang diunggulkan di daerahnya.

Mengingat di Provinsi Bali terdapat daerah bernama Desa Celuk. Dimana mayoritas warganya merupakan pengrajin perak.

"Kami membawa berbagai kriya. Salah satunya perhiasan berbahan dari perak dan ada juga yang dilapis emas. Ada bentuk bros, anting, cincin, gelang, pulpen perak, kalung mutiara, gelang mutiara. Kemudian ada tusuk Konde dan juga pin," kata Niluh kepada Jawa Pos Radar Solo.

Niluh mengatakan, macam-macam perhiasan itu biasa digunakan masyarakat Bali untuk berbagai acara.

Baik casual maupun acara adat. Pernak-pernik itupun kerap menjadi incaran wisatawan kala berkunjung ke Bali.

Tak hanya pernak-pernik, kain songket Jembrana khas Bali bagian barat juga dipamerkan pada gelaran Dekranas ini.

Termasuk tenun ikat Gringsing, yang menjadi kain satu-satunya asal Pulau Dewata. Sebab pengerjaannya yang terbuat dari bahan alam dan memakan proses panjang.

"Songket Jembrana ini memang motif khas Bali barat. Kalau Gringsing merupakan tenun double ikat satu-satunya yang ada di Bali. Proses pembuatannya bisa sampai enam bulan karena pakai bahan alam," jelas Niluh

Selain dari tingkat provinsi, kerajinan asal Kabupaten Bangli turut serta pada expo Dekranas.

Daerah yang terletak di tengah Provinsi Bali ini membawa kriya unggulan. Berupa anyaman bambu beraneka bentuk.

"Kami membawa anyaman bambu berbentuk tas, tikar, dekorasi lampu, hiasan dinding, parcel yang dilukis dengan motif Mandala khas Bali," kata Perwakilan anggota Dekranasda Kabupaten Bangli I Nyoman Susila.

Sementara itu, tak jauh dari Pulau Dewata, Perwakilan asal Banyuwangi juga turut membawa ragam produk kerajinan lokalnya.

Mulai dari kue kering, kerajinan dompet dan tas dari kulit ular, cenderamata gantungan kunci, gelang, dan dompet rajut.

Perwakilan delegasi Dekranasda Banyuwangi, Umi Sukasih mengatakan, pihaknya juga membawa potensi unggulan khas daerah pesisir.

Yakni produk pangan sarden ikan tuna sebagai salah satu ikon wisata.

"Sebagai kawasan pesisir, Kabupaten Banyuwangi banyak menghasilkan ikan tuna. Seperti Pantai Muncar yang menjadi sentra pengalengan ikan terbesar di Banyuwangi," ujar Umi. (ul)

Editor : Nindia Aprilia
#dekranas #hut #destinasi #bali #solo