SOLOBALAPAN.COM - Huruf jawa Hanacaraka yang di anggap memiliki nilai adi luhung menurut kepercayaan Jawa
Caraka Walik merupakan salah satu solusi dalam mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat jawa pada khususnya.
Di balik huruf HANACARAKA tersembunyi nilai-nilai luhur khas orang jawa yang sopan, jujur,ramah tamah,baik hati,rajin,tradisional dan percaya kepada takhayul maupun kekuatan gaib
Namun, kian memudar setelah adanya modernisasi atau globalisasi
Modernisasi ini menjadi salah satu penyebab nasehat nenek moyang kian menghilang dan tidak didengarkan
Padahal nasehat tersebut berisi petunjuk tentang nilai nilai luhur kepada generasi penerus.
Berikut makna caraka walik yang dikutip dari chanel youtube ESA Production.
Makna dan Filsafat huruf Caraka Walik
- Ha-Na-Ca-Ra-Ka
Berarti ”utusan” yakni hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia.
Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan).
- Da-Ta-Sa-Wa-La
Berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan dipanggil tidak boleh mengelak, harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.
- Pa-Dha-Ja-Ya-Nya
berarti menyatu kepada zat pemberi hidup (Ilahi). Maksud dari padha ” sama ” atau sesuai
Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan atau ”sekedar menang” atau menang tidak sportif.
- Ma-Ga-Ba-Tha-Nga
berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Makna Huruf Jawa:
-Ha = Hana hurip wening suci artinya adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
-Na = Nur candra, gaib candra, warsitaning candara artinya pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
-Ca = Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi artinya arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
-Ra = Rasaingsun handulusih artinya rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
-Ka = Karsaningsun memayuhayuning bawana artinya hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam
-Da = Dumadining dzat kang tanpa winangenan artinya menerima hidup apa adanya
-Ta = Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa artinya mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
-Sa = Sifat ingsun handulu sifatullah artinya membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
-Wa = Wujud hana tan kena kinira artinya ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
-La = Lir handaya paseban jati artinya mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
-Pa = Papan kang tanpa kiblat artinya Hakekat Allah yang ada disegala arah
-Dha = Dhuwur wekasane endek wiwitane artinya untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
-Ja = Jumbuhing kawula lan Gusti artinya selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
-Ya = Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi artinya yakin atas titah/kodrat Illahi
-Nya = Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki artinya memahami kodrat kehidupan
-Ma = Madep mantep manembah mring Ilahi artinya yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
-Ga = Guru sejati sing muruki artinya belajar pada guru nurani
-Ba = Bayu sejati kang andalani artinya menyelaraskan diri pada gerak alam
-Tha = Tukul saka niat artinya sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
-Nga = Ngracut busananing manungso artinya melepaskan egoisme pribadi manusia
Rahasia Piwulang Urip Huruf Jawa:
Huruf jawa adalah abjad bahasa jawa yang di gunakan nenek moyang tanah jawa sebagai sarana baca tulis, berkomunikasi dan menulis kitab-kitab jawa kuno dari dahulu hingga sekarang.
Tidak hanya itu, pada era modern ini juga masih di gunakan orang jawa sebagai sarana spiritual kejawen.
Mereka meyakini bahwa dengan melakukan ritual tertentu huruf Jawa mempunyai kekuatan ghaib yang sangat ampuh.
Berikut ini adalah makna yg terkandung di setiap abjad huruf jawa.
Piwulang Urip Huruf Jawa:
HO : Hurip/hidup maknanya cipta awal kehidupan manusia yang terlahir di dunia.
NO : Legeno/telanjang,polos maknanya ketika bayi yang baru lahir masih dalam keada’an suci lahir batin.
CO : Cipto,nalar maknanya lahir dan berkembang mulai berkreasi mencari jati diri,mengenal TUHAN,bertaqwa pada-NYA
RO : Roso/perasa’an nurani maknanya sebagaimana mestinya hidup dengan nurani manusia bukan dengan naluri binatang atau makluk lainya.
KO : Karyo/karya maknanya bekerja dengan baik mencari rizki yang halal adalah kewajiban dan sebagian dari ibadah.
DO : Dodo/dada maknanya hati yang suci adalah guru sejati.
TO : Toto/menata maknanya menyusun menentukan sebuah pilihan.
SO : Soko/tiang penyangga maknanya tumpuan hidup agar selalu tegar.
WO : Weruh/melihat maknanya bukan hanya dgan mata saja tetapi dengan akal dan nurani.
LO : Laku,lelakon/kisah maknanya liku-liku kehidupan manusia.
PO : Podho,adil,/keseimbangan_besikap adil,derajad manusia itu sama di hadapan ALLAH,menghargai orang laen.
DHO : Dongo,do’a/berdo’a maknanya mengakui kekuasa’an ALLAH dan hanya meminta pada-NYA.
JO : Joyo, jaya/kemenangan maknanya setiap manusia menginginkan dan brhak mendapat kemenangan(tercapainya cita2).
YO : Yogo,putro/anak,anak buah maknanya menjadi seorang pemimpin yg bijaksana baik dalam keluara maupun sosial.
NYO : Nyawiji/bersatu,bersaudara maknanya mengasihi sesama,tlng menolong.
MO : Sukmo/sukma,ruh,nyawa maknanya rohani.
GO : Rogo/raga,tubuh maknanya jasmani
BO : Buyut,tua/pikun maknanya tua renta.
THO : Bathang,jisin maknanya mayat.
NGO : Lungo/pergi maknanya meninggal dunia kembali pada ALLAH.
Leluhur Jawa memang kaya akan filosofis, dapat dipercayai untuk yang percaya dan dapat dipelajari untuk yang ingin mempelajari (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo