SOLOBALAPAN.COM - Pada tahun 1980-an dan 1990-an, bangunan Mess Arseto Solo begitumenarik perhatian masyarakat Solo.
Bukan karena kemegahannya, tetapi karena kompleks itu digunakan sebagai basecamp klub Arseto Solo, yang sangat terkenal.
Arseto adalah klub sepak bola yang didirikan di Jakarta pada tahun 1978. Lima tahun kemudian, pada tahun 1983, mereka pindah ke Stadion Sriwedari Solo.
Saat itu, Lapangan Kadipolo menjadi salah satu basecamp terbesar di Indonesia.
Arseto Solo memiliki lapangan berkualitas dan mes untuk pemain senior dan junior. Namun, setelah dibubarkan pada tahun 1998, sejarah Arseto dan Lapangan Kadipolo mulai memudar.
Sebelum digunakan sebagai mess, Bangunan tersebut merupakan bangunan rumah sakit Kadipolo yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda.
Pasca kerusuhan Mei 1998, Arseto Solo pun bubar. Otomatis, Rumah Sakit Kadipolo yang sempat digunakan sebagai mess para atlet akhirnya terbengkalai.
Lama tak ada yang menghuni, aura mistis pun sangat kuat menyelimuti bekas rumah sakit di wilayah Solo Selatan ini.
Kondisi itu dirasakan oleh Bu Yayuk, salah seorang yang pernah tinggal di bekas bangunan Rumah Sakit Kadipolo.
Menurut pengakuan wanita paruh baya ini, ia pernah dijambak sosok tinggi besar, cantik, dan berambut panjang saat berada di ruang penerimaan pasien.
Sosok itu penampakannya menyerupai orang Belanda.
"Dulu juga ada orang yang sedang mencari burung. Tiba-tiba dia ketakutan karena didatangi seorang kakek-kakek seperti orang keraton," tutur Yayuk mengisahkan.
Tak hanya itu, menurutnya ada banyak lagi keganjilan lainnya.
Salah satunya, pernah ada seorang penebang pohon yang datang ke area Rumah Sakit Kadipolo.
Mendadak ia lari ketakutan karena didatangi sosok kakek berbadan tinggi besar, hitam, dan berjenggot panjang.
Menurut cerita sang penebang pohon, sosok itu sempat memintanya menebang pohon saat siang hari lantaran ketika itu waktu sudah sore.
Di tengah rasa takutnya, sang penebang pun mengikuti omongan sosok tua yang dijumpainya. (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo