SOLOBALAPAN.COM - Ada 11 tembang macapat yang berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah tembang macapat asmarandana.
Tembang macapat asmarandana berasal dari kata "asmara" yang berarti asmara, cinta dan "dahana" yang berarti api.
Keduanya jika digabungkan dapat dimaknai sebagai api asmara atau cinta kasih.
Sesuai dengan namanya, tembang ini menggambarkan perjalanan hidup manusia yang sedang menemukan arti sejati dari cinta dalam hubungan dengan pasangannya.
Dilansir dari wikipedia, tembang ini juga bisa menggambarkan cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta yang sudah diciptakan dengan segala keindahan dan nikmat manfaatnya bagi kehidupan.
Perasaan hati yang berbahagia, berbunga-bunga, kerinduan, hingga rasa pilu dan duka karena cinta yang terlalu dalam juga dapat ditemukan dalam tembang macapat asmarandana.
Watak dari macapat asmarandana dapat berupa perasaan senang, jatuh cinta, kasmaran, cinta kasih, sedih, dan patah hati.
Sama halnya dengan tembang macapat lainnya, asmarandana pun memiliki aturan-aturan khusus persajakannya.
Guru gatra pada tembang asmarandana ada 7 gatra/baris di setiap baitnya. Jumlah suku kata atau guru wilangan pada tembang macapat asmarandana yakni 8, 8, 8, 8, 7, 8, 8. Kemudian guru lagu yang dimiliki tembang macapat yaitu i, e, a, a, u, a.
Dikutip dari buku yang berjudul "Macapat: Tembang Indah dan Kaya Makna" karya Zahra Haidar, berikut adalah contoh dari tembang macapat beserta artinya.
Pertama
Gegaraning wong akrami,
Modal dalam pernikahan
Dudu bandha dudu rupa,
Bukan harta atau rupa
Amung ati pawitané,
Hanya hati modal utamanya
Luput pisan kena pisan
Sekali jadi, jadi selamanya
Yen ta gampang luwih gampang,
Jika mudah, semakin gampang
Yen angèl angèl kalangkung,
Jika sulit, sulitnya bukan main
Tan kena tinumbas arta.
Tak bisa ditebus dengan harta
Kedua
Aja turu soré kaki,
Jangan tidur terlalu awal
Ana déwa nganglang jagad,
Ada dewa yang berkeliling jagat
Nyangking bokor kencanané,
Menenteng bokor dari emas
Isine donga tetulak,
Bokor tersebut berisi doa penolak bala
Sandhang kelawan pangan,
Serta berisi sandang dan pangan
Yaiku bagéyanipun,
Itu merupakan bagian
Wong melek sabar narima.
Orang yang suka tirakat malam, sabar, dan berserah diri’
Itulah fakta unik tentang tembang macapat asmarandana. Semoga bermanfaat! (mg2)
Editor : Nindia Aprilia