Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Uniknya Tembang Macapat Asmarandana, Salah Satu Sastra Jawa yang Menjadi Lambang Cinta Kasih

Nindia Aprilia • Senin, 6 Mei 2024 | 22:06 WIB
Ilustrasi pasangan romantis.
Ilustrasi pasangan romantis.

SOLOBALAPAN.COM - Ada 11 tembang macapat yang berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah tembang macapat asmarandana.

Tembang macapat asmarandana berasal dari kata "asmara" yang berarti asmara, cinta dan "dahana" yang berarti api.

Keduanya jika digabungkan dapat dimaknai sebagai api asmara atau cinta kasih.

Sesuai dengan namanya, tembang ini menggambarkan perjalanan hidup manusia yang sedang menemukan arti sejati dari cinta dalam hubungan dengan pasangannya.

Dilansir dari wikipedia, tembang ini juga bisa menggambarkan cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta yang sudah diciptakan dengan segala keindahan dan nikmat manfaatnya bagi kehidupan.

Perasaan hati yang berbahagia, berbunga-bunga, kerinduan, hingga rasa pilu dan duka karena cinta yang terlalu dalam juga dapat ditemukan dalam tembang macapat asmarandana.

Watak dari macapat asmarandana dapat berupa perasaan senang, jatuh cinta, kasmaran, cinta kasih, sedih, dan patah hati.

Sama halnya dengan tembang macapat lainnya, asmarandana pun memiliki aturan-aturan khusus persajakannya.

Guru gatra pada tembang asmarandana ada 7 gatra/baris di setiap baitnya. Jumlah suku kata atau guru wilangan pada tembang macapat asmarandana yakni 8, 8, 8, 8, 7, 8, 8. Kemudian guru lagu yang dimiliki tembang macapat yaitu i, e, a, a, u, a.

Dikutip dari buku yang berjudul "Macapat: Tembang Indah dan Kaya Makna" karya Zahra Haidar, berikut adalah contoh dari tembang macapat beserta artinya.

Pertama

Gegaraning wong akrami,

Modal dalam pernikahan

Dudu bandha dudu rupa,

Bukan harta atau rupa

Amung ati pawitané,

Hanya hati modal utamanya

Luput pisan kena pisan

Sekali jadi, jadi selamanya

Yen ta gampang luwih gampang,

Jika mudah, semakin gampang

Yen angèl angèl kalangkung,

Jika sulit, sulitnya bukan main

Tan kena tinumbas arta.

Tak bisa ditebus dengan harta

Kedua

Aja turu soré kaki,

Jangan tidur terlalu awal

Ana déwa nganglang jagad,

Ada dewa yang berkeliling jagat

Nyangking bokor kencanané,

Menenteng bokor dari emas

Isine donga tetulak,

Bokor tersebut berisi doa penolak bala

Sandhang kelawan pangan,

Serta berisi sandang dan pangan

Yaiku bagéyanipun,

Itu merupakan bagian

Wong melek sabar narima.

Orang yang suka tirakat malam, sabar, dan berserah diri’

Itulah fakta unik tentang tembang macapat asmarandana. Semoga bermanfaat! (mg2)

Editor : Nindia Aprilia
#tembang #Asmarandana #sastra #jawa #macapat