Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Misteri Patung Kepala di Umbul Buto Kecamatan Pedan Klaten, Peninggalan Aneh Jaman Belanda

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 6 Mei 2024 | 02:53 WIB
Umbul Buto terletak di Jalinan, Kedungan, Kec. Pedan, Kabupaten Klaten
Umbul Buto terletak di Jalinan, Kedungan, Kec. Pedan, Kabupaten Klaten

SOLOBALAPAN.COM - Taman Umbul Buto kedungan, merupakan salah satu umbul non pemandian yang berada di desa kedungan, kecamatan pedan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Terletak di sebelah timur wisata pendopo marsudi utomo waterpark, dan untuk jarak lokasi dari pusat kota Klaten berkisar kurang lebih 10,1 kilometer.

Umbul ini sendiri dapat dinamakan umbul buto karena di dasar umbul ini terdapat patung kepala buto raksasa, maka dari itu umbul ini dinamakan umbul buto.

Selain patung kepala buto di dasar umbul ini juga ada beberapa patung antara lain patung kepala burung, patung kepala gajah dan patung kepala naga

Namun, ketiga patung tersebut sudah tidak berbentuk utuh seperti patung kepala buto, dan patung-patung ini bisa kalian lihat saat air di dalam umbul ini mengering.

Dan untuk ukuran panjang umbul ini berkisar 6x6 meter dengan kedalaman berkisar 4 meter.

Namun sayangnya umbul ini tidak seperti umbul-umbul yang lain di Klaten yang bisa untuk berenang karena air di dalam umbul ini sangat keruh sehingga tidak cocok untuk sebagai pemandian

walaupun begitu kalian bisa berkunjung ke sini untuk berfoto-foto bersama teman-teman kalian lokasinya yang berada di pinggiran perkebunan jagung membuat suasana menjadi tentram

Umbul Buto pada jaman penjajahan Belanda  dijadikan sebagai irigasi untuk pengairan sawah.

Patung Kepala ditemukan oleh seorang warga yang saat melakukan pengurasan umbul, ada bagian yang tertutup lumpur saking lamanya tak dioperasikan.

Dan kanal itu dipenuhi oleh lumpur yang mengganggu jalannya air. Walaupun di area Umbul Buto debit airnya juga besar. Terbukti bisa mengairi sawah di sekitarnya.

Lik Sutriyono, warga setempat mendapat informasi dari leluhurnya, sehingga ia bisa memberikan keterangan soal umbul ini.

“Bahwa sumber airnya belum maksimal, karena belum bisa dibuka semua kanal. Dimungkinkan masih tertutup lumpur!”


Air Umbul Buto ditampung pada kolam dengan ukuran sepuluhan meter pesegi. Dengan kedalaman tiga meteran, sudah mampu menjadi sumber air. Yang jelas, airnya jernih sehingga tampak dasar kolamnya.

Dipercaya ini jadi pintu penghubung dengan Umbul Gede. Ketika masih ditangani Belanda dulu area ini untuk irigasi tanaman tebu. Terutama penguatan lahan tebu yang dikirim ke pabrik gula Ceper yang legendaris ini.

Kolam itu ada pancurannya di empat penjuru. Hal ini dipercaya sebagai sumber kekuatan dari berbagai penjuru bumi. Papat kiblat lima pancer. Bahwa kekuatan air itu mampu menggerakkan energi kehidupan tempat ini. (di)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pedan #umbul #klaten #belanda