Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Es Teh Jumbo Semakin Menjamur, Hampir Ada di Semua Jalan Solo Raya! Begini Sejarahnya

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 3 Mei 2024 | 23:53 WIB
Es Teh Solo, salah satu es teh yang banyak ditemui
Es Teh Solo, salah satu es teh yang banyak ditemui

SOLOBALAPAN.COM - Es Teh telah menjadi Primadona warga Solo Raya untuk menghilangkan dahaga di cuaca yang cukup panas setiap harinya

Dahulu, es teh hanya bisa dijumpai di tempat angkringan atau biasa disebut Hik di wilayah Solo dan sekitarnya. 

Namun, lain dulu dengan sekarang. Di tahun 2024 ini es teh sangat mudah ditemukan, bukan hanya di angkringan. Es teh juga biasa ditemukan di pinggir jalan.

Ya, hampir disemua jalan yang ada di Solo Raya dapat dijumpai seorang penjual es teh. Bahkan, di satu jalan bisa ditemui lebih dari satu penjual.

Hal tersebut lumrah, karena es teh di Solo memang terkenal sebagai es teh terenak dan memiliki racikan tersendiri.

Berbeda dengan dulu, yang menggunakan plastik sebagai wadah es. Es Teh Jumbo, sebutan yang sedang viral saat ini, menggunakan cup ukuran besar yang lebih efisien.

Seiring perkembangannya, es teh juga menyediakan berbagai rasa. Misalnya, es teh coklat, stroberi, matcha, taro dan lain-lain.

Jika, kamu menemukan sebuah mini kontainer di pinggir jalan, bukan tidak mungkin itu nadalah penjual es teh Jumbo.

Karena mayoritas penjual es teh jumbo menggunakan sistem franchise atau kerja sama dengan bagi hasil sesuai kesepakatan yang mencakup dengan hak kelola serta hak pemasaran. 

Sejarah Es Teh Jumbo

Menurut penelusuran saya melalui Google, tidak ada literatur yang jelas tentang sejarah Es Teh Jumbo.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Masuknya Batik di Kota Solo! Ternyata Masih Ada Kaitannya dengan Kerajaan Majapahit dan Persebaran Agama Islam

Sejarah es teh sendiri, orang Amerika telah minum teh dengan campuran alkohol sejak zaman kolonial. Namun, buku resep Buckeye oleh Estelle Woods Wilcox menerbitkan teh tanpa alkohol pertama kali pada tahun 1987.

Belanda mulai mengimport teh dari Tiongkok dan India pada tahun 1700-an karena tanahnya yang subur di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pada era Cultuur Stelsel, terdapat ratusan perkebunan teh di seluruh Nusantara, dengan yang paling banyak terletak di Jawa Barat.

Pabrik tebu didirikan di berbagai wilayah untuk menambah rasa es teh karena kebiasaan orang Jawa yang menyukai hal yang manis.

Mesin pencetak es batu muncul di akhir abad ke-19. Masyarakat Indonesia mulai menikmati es teh yang dingin setelah munculnya pabrik es batu. dan mulai dijual di banyak warung makan dan angkringan

Es Teh SOLO

Bisnis es teh S.O.L.O pertama kali muncul di Cilegon dan Serang, Banten, dan terus mempertahankan cita rasa dengan harga terjangkau dan terjangkau.

Perusahaan es teh S.O.L.O berada di Blok G22/7 Perumahan Taman Krakatau di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Sebagaimana dinyatakan oleh pemilik, es teh S.O.L.O telah ada sejak tahun 1968.

Usaha ini mengusung tema unik, yakni "Bermula dari tradisi, terus menguatkan eksistensi. Wangi, sepet, legi, kentel 'Wasgitel' adalah rasa khasnya. Untuk kesegaran es teh yang otentik. Dari dulu, kini, dan nanti".

Es Teh Indonesia

Sebelum minuman ini menjadi viral, Haidhar Wurjanto mendirikan Es Teh Indonesia pada 2018. Pengusaha pasti melihat keuntungan penjualan es teh hik yang tersebar di banyak tempat.

Mengapa Es Teh Jumbo menjadi viral?

Teknologi membuat semua hal menjadi instan dan mudah didapatkan, tak terkecuali dengan es teh

dahulu, untuk membuat es teh perlu langkah-langkah dan racikan. Namun sekarang, masyarakat khususnya warga Soloraya dengan mudah mendapatkan es teh untuk segera menghilangkan rasa dahaga. (di)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#es teh jumbo #minuman #sejarah #solo raya