Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Komunitas Betawi “KOMBET” ISI Surakarta Tampil Memukau dalam 24 Jam Menari Ke-18! 3 Tarian Khas Betawi Berhasil Hipnotis Penonton

Nindia Aprilia • Jumat, 3 Mei 2024 | 23:07 WIB
Pertunjukan Tari Gegot.
Pertunjukan Tari Gegot.

SOLOBALAPAN.COM – ISI Surakarta megadakan pergelaran 24 jam menari sebagai perayaan hari tari dunia pada (29-30/4).

Ada 131 komunitas atau kelompok tari dari seluruh Indonesia dan 1 dari mancanegara dengan jumlah penari lebih dari 3.000 orang.

Salah satu komunitas yang ikut hadir dalam perayaan ini adalah Komunitas Betawi atau biasa dikenal dengan kombet.

Pergelaran 24 jam menari ke-18 ISI Solo dihelat di lingkungan ISI Solo kampus Kentingan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya.

Komunitas Betawi pun turut hadir memeriahkan perayaan hari tari dunia di ISI Surakarta.

Dalam perayaan 24 jam menari, Kombet membawa 12 pemain pemusik dan 26 penari, ada 3 jenis tarian yang dibawakan berasal dari Betawi diantaranya tari Gegot, tari Renggong Manis, dan tari Lenggang Nyai.

Karya tari yang dibawakan oleh Kombet memiliki sinopsis dibalik pembawaannya yaitu, tari Gegot diciptakan oleh Entong Sukirman dan Kartini Kisam pada tahun 1976.

Tarian ini menggambarkan kehidupan para remaja putra dan putri Betawi yang penuh keceriaan.

Lalu tari Renggong Manis diciptakan oleh Syarifudin atau biasa di kenal dengan kang Udin, tarian ini merupakan ungkapan kebahagiaan dan rasa kebersamaan para remaja putri.

Untuk yang terakhir ada Tari Lenggang Nyai yang diciptakan oleh Wiwiek Widyastuti pada tahun 2002.

Tarian ini menceritakan tentang kehidupan seorang wanita (Nyai Dasimah) yang ingin memperjuangkan kebebasan untuk memilih cinta sejatinya.

Selama berproses Komunitas Betawi ISI Surakarta selalu menjalin kerja sama yang kuat, seperti ucapan oleh salah satu anggota Kombet, Nares (29/04) “pasti happy karna dalam prosesnya sangat berasa ditemenin, banyak hal-hal yg kakak kakaknya ingetin, semuanya welcome juga ke aku. Saling paham juga sama kegiatan masing masing."

Selain itu dia juga mengatakan bahwa dirinya merasa senang karena setiap progres kecilnya pasti dihargai.

“Komunitas Betawi bagi saya tidak sekedar komunitas, tetapi sudah menjadi keluarga. Selama tiga tahun bersama-sama banyak suka dan duka yang dilewati bersama sampai saat ini Komunitas Betawi sudah banyak diketahui dan dikenal dikalangan Kampus ISI Surakarta,” ucap Pelangi Rashifa salah satu anggota Kombet.

Dia menjelaskan bahwa dalam pertunjukan ini merupakan tahun ke tiga Komunitas Betawi kembali tampil di Hari Tari Dunia.

Tepuk tangan meriah yang dilakukan oleh para penonton menjadi salah satu apresiasi terbaik dan juga hadiah untuk pertunjukan mereka. (Mg6/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#24 jam #isi surakarta #hari tari #Komunitas Betawi