SOLOBALAPAN.COM - Makam biasanya terletak di tempat yang khusus atau berada di lingkungan yang jauh dari pemukiman
Namun, berbeda dengan makam yang di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon ini. Makam tersebut dikenal sebagai Jabangbayen Bromantakan
Dilansir oleh Adelino Istiyarno di grup Facebook Solo tempo doeloe, Keberadaannya masih jadi misteri karena selama puluhan tahun tetap di situ walaupun situasi kampung berubah
Makam tersebut berisi 2 nisan makam bayi yang bersebelahan. Anehnya, makam tersebut berada di pinggir jalan
Menurut Budayawan Kota Solo, KRMAP L. Nuky Mahendranata Adiningrat. Ia turut menjawab alasan mengapa makam tersebut terletak di pinggir jalan
"Pada kebiasaan orang dahulu, memindah makam tidak sesederhana seperti sekarang,"
"Makam biasanya akan 'ditanting' atau ditanyai, maunya gimana, mau (dipindah) ke mana, syaratnya apa dan lain sebagainya,"
"Kalau jawabannya 'tidak mau', ya tidak ada yang berani pindah. Berbeda dengan saat ini yang terkesan bongkar ya bongkar saja,". Ujarnya
Dahulu makam ini berada pada pinggir sungai kecil dan dikelilingi oleh pohon2 besar yg mendukung suasana menjadi menakutkan banyak orang
Saat ini keberadaan makam ini lebih cerah, tetapi tetap saja membuat merinding bagi sebagian orang yang baru melihatnya
Warga sekitar meyakini, makam ini merupakan makam bayi atau istilah nya " trek2an" yang diyakini menurut kepercayaan Jawa masih hidup dan tumbuh berkembang dewasa di alam lain
Dilansir dari Instagram @kanjengnukystory,kemungkinan makam tersebut adalah bayi yg hanyut ditemukan dan dimakamkan disana. Namun, belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi
Ada keyakinan bahwa jasad atau jenazah yg hanyut biasanya memilih lokasi pemakamnya sendiri,sehingga masyarakat menghormati dengan menguburnya di tempat bayi ditemukan
Apapun alasannya misteri tentang Jabangbayen Bromantakan Solo ini, menjadi cerita misteri masa lampau yang masih ada sampai saat ini. (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo