SOLOBALAPAN.COM - Dalam memperingati hari berdirinya Prodi Teater, Laborta kembali menggelar acara rutinan Kethoprak Seloso Kliwon dengan Lakon Demak Berdarah.
Pagelaran Kethoprak ini berlangsung di Blackbox, Prodi Teater, ISI Surakarta pada hari Senin, 22 April 2024, sekitar jam 20.00 WIB.
Kethopak dengan lakon Demak Berdarah menceritakan tentang masa penobatan Pangeran Trenggono menjadi Raja Demak.
Adipati Surowiyoto adalah kakak Pangeran Trenggono yang tidak setuju bahwa Pangeran Trenggono menjadi Raja Demak.
Adipati Surawiyoto sangat berambisi untuk menjadi penguasa Demak dengan menggunakan cara apapun.
Saat mencoba duduk di tahta kerajaan Pangeran Trenggono dan Adipati Surawiyata tidak berhasil menduduki tahta karena saat duduk merasakan sakit.
Adipati Surawiyata mencoba untuk kedua kalinya duduk di tahta Raja tetapi terdapat tokoh Sunan Kudus yang mencegah Adipati Surawiyata untuk duduk.
Kemudian saat adegan mencoba tempat duduk raja, Sunan Kudus berdialog bahwa "Tidak ada putaran kedua hanya satu putaran," ucap tokoh Sunan Kudus yang dibawakan dengan sedikit komedi.
Seketika suasana berubah menjadi lebih hidup dan penonton langsung tertawa karena melihat adegan yang berhubungan dengan masalah pemerintahan Indonesia.
Cuaca yang hujan deras tidak mematahkan semangat para pemain Kethoprak, pagelaran hingga selesai tetap berlangsung dengan lancar.
Lakon Kethoprak Demak Berdarah ini disutradarai oleh Aan mahasiswa Teater yang telah dibimbing dan diberi wos atau cerita benang merahnya atas arahan dari Pak Eko Wahyu salah satu dosen Prodi Teater.
Para pemainnya juga merupakan mahasiswa Prodi Teater.
Selesai pagelaran kethoprak ini, beberapa penonton pun terdengar masih membahas sindiran mengenai gugatan Pilpres 2024 yang artinya satu adegan tadi masih membekas di benak penonton. (mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro