SOLOBALAPAN.COM - Gamelan Kodhok Ngorek adalah seperangkat gamelan yang memiliki teknik, gending, dan instrumen ricikan yang berbeda dibandingkan gamelan pada umumnya.
Gamelan Kodhok Ngorek berasal dari kata "kodhok" dan "ngorek". Kodhok adalah katak yang merupakan hewan amphibi yakni hewan yang dapat hidup di air dan darat.
Sedangkan, "ngorek" berasal dari kata kerja "korek" yang berarti membersihkan dengan korek atau menyapu.
Kata "ngorek" jika dihubungkan dengan katak memiliki arti menyanyi.
Sehingga, kedua kata tersebut diibaratkan katak di genangan air yang mengeluarkan suara saat musim hujan dan bersaut-sautan.
Makna itulah yang menjadi identik dari suara gamelan Kodhok Ngorek.
Berbeda dengan gamelan pada umumnya, gamelan Kodhok Ngorek memiliki instrumen yang unik.
Instrumen terdiri dadi kendhang, bonang rijal, kenong, gender barung, gambang gangsa, penonthong, rojeh, kecer, gentha, klinthing, dan gong ageng.
Selain itu, nada pokok pada gamelan Kodhok Ngorek hanya menggunakan dua jenis nada yakni nada 6 (nem) dan 5 (lima).
Dikutip dari jurnal "Makna Simbolis Gamelan Kodhok Ngorek di Keraton Surakarta" karya Panggiyo, dua nada pokok tersebur berasal dari kodrat alam atau suara rijal.
Rijal secara harfiah berarti sekumpulan katak yang ada di hamparan sawah pada malam hari.
Namun, suara rijal dalam gamelan Kodhok Ngorek dimaknai menggunakan ilmu astronomi sebagai ilmu mengetahui jiwa, perwatakan keberuntungan.
Sehingga gamelan Kodhok Ngorek bukan hanya semata-mata dari suara kodhoknya saja melainkan suara alam di keheningan malam yang memberikan suasana khidmat dan agung.
Gamelan Kodhok Ngorek dikategorikan sebagai gamelan pakurmatan (penghormatan) karena hanya ditabuh saat momen-momen tertentu saja.
Gamelan Kodhok Ngorek akan dibunyikan ketika grebeg bakda (Hari Raya Idul Fitri), grebeg maulud (Maulud Nabi Muhammad), grebeg besar (Hari Raya Idul Adha), upacara pernikahan, atau peristiwa kekeluargaan kerabat raja.
Itu dia beberapa fakta menarik tentang gamelan Kodhok Ngorek di Keraton Surakarta. Semoga bisa menambah wawasanmu! (mg2/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro