Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lebih Dalam Mengenal Puasa Weton yang Kerap Dilakukan Oleh Orang Jawa, Berikut Niat dan Ketentuan Melakukannya

Nindia Aprilia • Sabtu, 20 April 2024 | 17:01 WIB
Ilustrasi orang menahan lapar karena jalani puasa weton.
Ilustrasi orang menahan lapar karena jalani puasa weton.

SOLOBALAPAN.COM - Puasa Weton adalah salah satu praktik keagamaan dalam budaya Jawa yang dapat mendatangkan berkah maupun keberuntungan.

Puasa ini merupakan salah satu puasa yang familiar dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk menghormati hari kelahiran berdasarkan penanggalan Jawa.

Dikutip dari chanel YouTube Kisah Tanah Jawa, Om Hao menyebutkan jika Weton adalah sebutan untuk kombinasi antara hari (minggu – sabtu) dan pasaran yang terdiri dari lima hari (Legi Pahing Pon Wage Kliwon).

Dalam budaya adat Jawa, puasa Weton dilakukan untuk memperingati hari kelahiran seseorang.

Puasa weton ini bisa dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain, seperti contoh terdapat orang tua yang mempuasai anak nya agar terhindar dari marabahaya dan mendapatkan kelancaran dalam melaksanakan sesuatu.

Berikut adalah penjelasan tentang Puasa Weton beserta niat dan urutannya:

Penentuan Weton: Pertama-tama, tentukan weton seseorang berdasarkan hari dan pasaran kelahirannya. Misalnya, seseorang lahir pada hari Senin pada pasaran Pon.

Niat Puasa: Sebelum memulai puasa, niatkan puasa dengan tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk penghormatan terhadap kuasa-Nya.

Niat puasa ini bisa disampaikan secara lisan atau dalam hati sesuai keyakinan masing-masing. Niat puasa harus jelas dan tulus, mengungkapkan tujuan melaksanakan puasa tersebut.

Contoh niat puasa weton dalam bahasa Jawa:

Niat ingsun pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (menyembutkan hajat/keinginan) kerono Allah Ta’ala.

Artinya: “ Aku Niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena Allah Ta’ala.”

Pelaksanaan Puasa: Biasanya puasa Weton dilaksanakan pada malam hari weton yang bersangkutan.

Biasanya, puasa ini dilakukan dari pagi hingga waktu berbuka, mengikuti aturan umum puasa dalam agama Islam, di mana seseorang tidak makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa selama waktu tersebut.

Namun beberapa masyarakat Jawa mempraktikkan puasa weton ini dengan cara yang berbeda.

Puasa weton diawali dari sebelum maghrib di malam hari sebelum hari H weton, dan berbuka ketika maghrib di kemudian hari nya.

Secara gampang dapat diartikan puasa weton dilakukan selama 24 jam.

Doa dan Amalan: Selama menjalankan puasa, disarankan untuk memperbanyak amalan baik seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, atau melakukan kegiatan yang bermanfaat lainnya.
Selain itu, berdoa kepada Tuhan untuk memohon berkah, keselamatan, dan keberkahan dalam hidup merupakan praktik yang umum dilakukan.

Berpengaruh pada Kehidupan: Puasa Weton diyakini dapat memberikan pengaruh pada kehidupan seseorang, baik dari segi kesehatan, rezeki, maupun keberuntungan secara umum.

“hitungan Jawa seperti ini (weton) adalah ilmu titen (ilmu perhitungan) artinya ilmu dari pengalaman – pengalaman nenek moyang dulu. Yang percaya silakan diamalkan untuk kemantapan hati, yang gak percaya pun nggak masalah yang penting jangan menghina dan mencaci sebab ini adalah bagian dari kebudayaan Jawa yang patut dilestarikan, “ ungkap Sidiq Harjo Utomo salah satu warga Solo yang masih melakukan puasa weton, pada Kamis (18/04).

Meskipun praktik ini tidak memiliki dasar agama secara khusus, namun masih menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Puasa Weton adalah salah satu bentuk penghormatan dan penghayatan terhadap kearifan lokal dan budaya Jawa.

Namun, perlu diingat bahwa praktik ini berbeda dengan ibadah agama Islam yang memiliki aturan dan ketentuan tersendiri. (mg1/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#budaya #weton #puasa #jawa