Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Misteri di Balik Caraka Walik, Dipercaya Sebagai Mantra untuk Menangkal Roh Jahat dan Malapetaka

Reinaldo Suryo Negoro • Rabu, 17 April 2024 | 00:45 WIB
Huruf Aksara Jawa urut (kiri) dan Huruf Aksara Jawa yang dibalik / dibaca dari belakang (kanan). (DOK. YOUTUBE YTCRASH CLAIMS)
Huruf Aksara Jawa urut (kiri) dan Huruf Aksara Jawa yang dibalik / dibaca dari belakang (kanan). (DOK. YOUTUBE YTCRASH CLAIMS)

SOLOBALAPAN.COM – Aksara Jawa merupkan sejenis huruf-huruf yang berasal dari Jawa, yang terdiri dari 20 aksara utama, dan beberapa aksara pendukung serta tambahan pasangannya.

Dalam budaya jawa, terdapat kepercayaan jika aksara Jawa ini dibaca dari belakang dapat menjadi sebuah mantra.

Aksara Jawa atau hanacaraka yang dibaca dari belakang ini familiar disebut dengan caraka walik.

Namun beberapa orang menafsirkan jika hanacaraka dibaca terbalik atau dari belakang akan mengundang jailangkung maupun genderuwo.

Dilansir dari kanal youtube Klinik Hati, caraka walik ini berguna untuk menolak santet, membuka rejeki, dan keselamatan.

Caraka walik biasa dibacakan sesaat sebelum tidur, orang Jawa yang melakukan ini percaya jika caraka walik mempunyai arti untuk melindungi selagi raga terlelap atau beristirahat.

Secara umum, pemaknaan caraka walik hampir sama dengan makna dari hanacaraka.

“Kalau menurut buku Primbon peninggalan mbah anang (kakek), caraka walik itu punya arti untuk tolak bala," jelas Ilham (25) sebagai cucu sesepuh desa di Winongo.

"Gampangnya, kalau sudah tau arti hanacaraka yaitu tinggal antonimnya,” ungkapnya pada Kamis (4/4).

Berikut makna caraka walik yang dikutip dari chanel youtube ESA Production.

Nga tha ba ga ma iku pungkasaning tulis. Patuladhan uriping manungso, akhire sumendhe mring Gusti.

Maksudnya itulah arti dari hidup manusia yang harus bersandar kepada sang pencipta, dengan kata lain setiap senang maupun susah harus tetap mengingat Gusti Allah.

Nya ya ja dha pa iku pakartining jalmo kang isine mung kalih. Ala becik, bener luput, susah bungah, apik ala, tan nate pisah. Manungso mung sak dermo nglakoni.

Secara umum, dapat diartikan sebagai sikap dan tidak tanduk manusia yang isinya hanya dua unsur yang tidak terpisahkan dan kita sebagai manusia hanya sekedar menjalankan sebab semua sudah digariskan.

La wa sa ta da mempunyai arti dadining wiji sinamadan dateng Gusti. Bopo Biyung, mung kinaryo lantaran.

Sebagai manusia kita selalu diingatkan untuk menghormati orang tua yang telah melahirkan kita di dunia, untuk itulah kita jangan sampai melupakan asal muasalnya.

Ka ra ca na ha berartikan tuhu heneng, hening, haneng sunyarusi. Antuk rahmating Gusti, tumuruning Nurjati. Winengku ing mangsa kala. Kaberkahan manunggaling roh illahi, ambabar jabang bayi.

Semuanya dilakukan dengan sabar dan tulus serta menerima suasana spiritualitas yang mengheningkan agar rahmat illahi dapat turun dan dapat bersatu dengan yang maha suci.

Menurut sumber yang dikutip dari chanel youtube YtCrash Claims, bacaan caraka walik ini merupakan ilmu peninggalan nenek moyang atau bisa disebut dengan ilmu sepuh pamungkas dari ilmu waringin sungsang.

Disebut waringin sungsang karena hidup ini dapat tercapai tujuannya ketika kita sadar bahwa tiada satupun hasil tindakan yang tanpa melalui proses sebalikannya. (mg1/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#hanacaraka #caraka walik #penangkalan #roh jahat #misteri #malapetaka