SOLOBALAPAN.COM - Di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo terdapat makam yang letaknya di pinggir jalan yang dikenal dengan makam Mbah Brojo.
Makam ini unik karena bukan berupa kompleks pemakaman namun hanya satu makam yang dibuat seperti rumah kecil.
Uniknya lagi letaknya berada di pinggir jalan di depan rumah warga dan biasanya digunakan sebagai tanda petunjuk jalan oleh warga setempat seperti saat warga naik angkutan umum.
Bu Parmi, salah satu warga yang tinggal di sebrang jalan makam Mbah Brojo, menuturkan kisah yang dia dengar tentang makam Mbah Brojo.
Dia mendengar dari bapaknya dulu bahwa sebenarnya makam Mbah Brojo itu bukanlah mayat yang dikuburkan tetapi hanya tetesan darah yang dikubur.
Oleh orang-orang dulu makam ini sering digunakan sebagai tempat ziarah untuk berdoa agar hajatnya dikabulkan.
Selain itu, biasanya ketika memiliki anak kecil yang sedang sakit, para orang tua akan pergi ke Makam Mbah Brojo dan berdoa meminta kesembuhan.
Biasanya orang Jawa menyebutnya dengan 'disuwuke' atau pengobatan dengan meminum air berisi doa-doa atau rapalan untuk kesembuhan dan berbagai permohonan lainnya.
Asal usul makam Mbah Brojo ini, Bu Parmi sendiri tidak mengetahui secara pasti,
Warga pemilik halaman rumah tempat makam itu berada juga tidak memiliki kaitan dengan Makam Mbah Brojo.
Konon makam Mbah Brojo sudah ada sejak sebelum kemerdekaan RI.
"Makam Mbah Brojo ini sedari kecil ya sudah ada disitu, kata bapak saya dulu sejak bapak saya masih kecil juga sudah ada, tapi kalau sejarahnya seperti apa saya tidak tahu Mbak, bapak saya menceritakan itu saja," ungkapnya pada Kamis (4/4).
Menurut Pak Harjo salah satu warga yang tinggal di area tersebut, makam Mbah Brojo ini sudah sejak lama makam itu berada di situ.
Pak Harjo mengungkapkan, dulu ketika area rumah Pak Harjo masih persawahan, makam itu sudah ada di sana dan oleh warga setempat dibangunkan rumah.
"Saya yang berusia 70-an tahun saja tidak mengetahui secara pasti bagaimana sejarahnya makam ini ada di sini," jelas Pak Harjo.
"Para orang tua desa sini sudah pada meninggal kalau mau bertanya ya tanya siapa," ungkapnya.
Kini Makam Mbah Brojo dirawat warga setempat dengan dibersihkan dan dicat temboknya ketika ada gotong royong warga. (mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro